Akibat Covid-19, Usaha Kuliner di Tanjungpinang Alami Sepi Pembeli

Akibat Covid-19, Usaha Kuliner di Tanjungpinang Alami Sepi Pembeli
Ilustrasi. Bisnis kuliner yang sepi pembeli. (Foto: wisklik)

Tanjungpinang (Kepri) -- Forumpublik.com | Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, Kepulauan Riau menyatakan usaha kuliner di kawasan yang dikelola perusahaan plat merah itu, sepi pembeli sebagai dampak.

Direktur Utama BUMD Tanjungpinang, Fahmi, di Tanjungpinang, Senin (6/4/20), mengatakan, banyak pedagang mengalami kerugian sejak masyarakat mengurangi belanja ke luar rumah untuk mencegah penularan Covid-19.

Bahkan lahir usulan agar biaya sewa lapak ditiadakan akibat pedagang mengalami kerugian.

Namun hal itu sulit terealisasi lantaran BUMD Tanjungpinang melalui PT Tanjungpinang Makmur Bersama harus membayar pekerja, membeli air, listrik dan pajak.

Biaya sewa satu lapak di Melayu Square hanya Rp5.000-Rp8.000/hari.

"Biaya sewa lapak dipungut setiap hari oleh petugas kami," katanya.

Baca juga:
BPS Perpanjang Sensus Penduduk Online Hingga 29 Mei
Cegah Covid-19, Relawan Tanjungpinang Disinfektan KSP

Di Pasar Baru Tanjungpinang dan Pasar Bintan Centre pendapatan pedagang juga mengalami penurunan drastis.

Sampai sekarang masih cukup banyak pedagang yang berjualan, meski pembeli tidak banyak seperti sebelum Covid-19.

"Kami berharap kondisi ini tidak terjadi terlalu lama. Mudah-mudahan sebelum lebaran selesai," katanya.

Fahmi mengatakan pihaknya terpaksa menunda sejumlah kegiatan strategis akibat COVID-19.

"Hal baru yang dapat kami lakukan paling menjual daging segar dengan harga relatif murah. Penjualan dilakukan secara daring," ucapnya.

Lihat juga:

(Asikk1/kominfo.kepriprov)
Editor: Manto

loading...

0 komentar:

Post a comment