Kasus Pasien Covid-19 Anak Sembilan Tahun di Bintan, Belum Sembuh

Kasus Pasien Covid-19 Anak Sembilan Tahun di Bintan, Belum Sembuh
Ilustrasi. Seorang bocah berusia 9 tahun pasien Covid-19 di Kabupaten Bintan dirawat di RSUP Kepri, Tanjungpinang, belum sembuh, sementara kedua orang tuanya yang dikarantina di Rumah Singgah rumah sakit ini telah sembuh. (Foto: PTI/economictimes.indiatimes)

TANJUNGPINANG
(KEPRI) - Forumpublik.com |
Seorang bocah berusia sembilan tahun pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bintan, dinyatakan belum sembuh, sementara kedua orang tuanya sudah sembuh setelah sempat dikarantina di Rumah Singgah Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau (Kepri).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bintan, Gama AF Isnaeni, mengatakan, pasien berusia sembilan tahun itu masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), sama seperti kedua orang tuanya, Senin (6/7/20), 

Ketiganya masuk dalam Klaster Pertamina.

"Anak itu tertular dari bapaknya. Anak ini kuat, tanpa gejala. Tidak ada penyerta dalam dirinya," ucapnya.

Gama mengemukakan pasien Covid-19 di Bintan tinggal satu orang. Ia merasa optimistis pasien ini sembuh dalam waktu cepat.

"Sudah empat kali ambil swab dalam tubuhnya. Hasil pemeriksaan PCR masih positif," ujarnya.

Baca juga: Disdik Tanjungpinang Himbau Siswa Baru Daftar di Sekolah Terdekat

Pasien tersebut saat ini didampingi oleh salah seorang penjaga anak di ruang karantina.

"Ada yang menjaga anak ini, namun tetap melaksanakan protokol kesehatan agar tidak tertular," katanya.

Kasus positif Covid-19 di Bintan untuk Klaster Pertamina terungkap sekitar 20 Juni 2020.

EL (38), karyawan Pertamina Bintan tertular Covid-19, padahal tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

Tenaga kesehatan yang melakukan peneluduran mencurigai EL tertular dari barang-barang di pelabuhan, tempat EL bekerja.

"Kami sudah melakukan penelusuran secara maksimal untuk memutus mata rantai penularan. Ada ratusan orang yang diambil swab untuk diperiksa dengan metode PCR," tuturnya. (***)

Lihat juga:

Editor: Manto

loading...

0 komentar:

Post a comment