![]() |
| Truk boks warna kuning yang diduga salah satu kendaraan bermuatan barang yang hendak diselundupkan ke Riau daratan dari Pelabuhan Tikus Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Kota Batam. (Foto: Istimewa) |
Setelah sebelumnya muncul dugaan aktivitas ilegal di pelabuhan khusus salah satu galangan kapal di kawasan Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji, kini laporan serupa mencuat di pelabuhan tikus wilayah Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.
Warga setempat menyebut aktivitas tersebut berlangsung secara tertutup dengan pola yang hampir serupa di kedua lokasi.
Sejumlah truk boks berwarna kuning dilaporkan keluar masuk kawasan pelabuhan pada sore hari sebelum dilakukan pembongkaran barang pada malam hari.
Barang-barang yang diduga akan diselundupkan ke wilayah Riau daratan itu disebut terdiri atas barang elektronik, tekstil, hingga paket ekspedisi.
Seorang sumber yang mengaku tengah mengumpulkan data terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut menilai pola distribusi barang mengarah pada praktik penghindaran pajak negara.
"Pemain Tanjunguncang dan Tanjung Sengkuang orang yang berbeda, tetapi modus dan barang-barang yang diduga diselundupkan ke luar Batam hampir sama. Tentunya ini dapat kita duga sebagai upaya menghindari pajak ke negara," ujar sumber tersebut, Rabu (27/5/2026).
Ia mengatakan, aktivitas dugaan penyelundupan di kawasan Tanjung Sengkuang terpantau pada Kamis (21/5/2026) sore.
Saat itu, proses bongkar muat sempat terhenti setelah muncul sejumlah orang yang diduga hendak melakukan peliputan.
"Ada juga kemarin kawan-kawan datang ke Tanjung Sengkuang, truk boks itu sempat balik arah, tetapi kemudian balik lagi ke pelabuhan untuk bongkar muat," katanya.
Sumber tersebut juga mengungkapkan, aktivitas di kawasan Tanjunguncang diduga dikendalikan oleh dua pengusaha berinisial A dan J.
Sedangkan aktivitas di Tanjung Sengkuang disebut melibatkan pengusaha berinisial I.
"Mereka-mereka ini sudah pemain lama," ujarnya.
- Baca: Pemasok Masih Buron, Fakta Sidang Dua Waiters Ungkap Proses Peredaran Narkotika di First Club Batam
Munculnya dugaan praktik penyelundupan di pelabuhan khusus galangan kapal dan pelabuhan tikus dinilai menjadi tantangan serius bagi pengawasan arus barang di Batam, terutama karena lokasi tersebut diduga digunakan untuk menghindari jalur resmi pemeriksaan.
Sumber itu pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Bea Cukai, tidak menutup mata terhadap aktivitas yang berpotensi merugikan negara.
"Kalau aparat terkait masih tutup mata, mau tak mau kita adukan ke yang lebih tinggi dalam hal ini Menteri Keuangan," tutupnya, sembari menunjukkan sejumlah dokumen foto dan video yang diklaim berkaitan dengan aktivitas dugaan penyelundupan tersebut.
@redaksi//


