Menjaga Keasrian Taman Wisata Alam Jering Menduyung yang di Dominasi Mangrove

Menjaga Keasrian Taman Wisata Alam Jering Menduyung yang di Dominasi Mangrove
Ilustrasi kawasan mangrove. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Kepri, Forumpublik.com - Bagi sebagian orang Taman Wisata Alam (TWA) Jering Menduyung memang belum akrab terdengar, maklum saja kawasan itu baru ditetapkan statusnya sebagai Taman Wisata Alam pada 27 Juli 2016.

TWA Jering Menduyung merupakan salah satu kawasan konservasi yang terltak di Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk mencapai batas luar kawasan wisata alam tersebut, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor dari Mentok, ibu kota kabupaten di ujung barat Pulau Bangka itu.

Selama perjalanan menuju lokasi suguhan pemandangan khas kawasan pesisir akan menjadi sajia utama, diselingi dengan perkebunan kelapa sawit dan karet.

Taman wisata ini berada di pinggir laut, didominasi tanaman mangrove yang cukup lebat dan luas, serta rawa gelam.

Tak hanya itu saja, di sekitar kawasan juga mudah ditemui tegakan pohon keruing dengan diameter besar dan hamparan ilalang.

Pantai Tanjungtadah, yang terletak di ujung kawasan wisata alam tersebut, juga terlihat cukup elok dan asri. Bahkan bisa memberikan ketenangan bagi pengunjung yang penat dengan suasana perkotaan.

Menurut Kepala Desa Airmenduyung, Kasdan, potensi wisata Jering Menduyung tidak hanya berasal dari dalam kawasan, namun juga didukung warga sekitar kawasan, yaitu Desa Airmenduyung dan Kundi.

"Kami akan terus berusaha agar potensi alam yang masih asri itu bisa menjadi wisata utama Babel," ujar Kasdan seperti yang dikutip dari Antara, Senin (5/8).

Untuk mencapainya, pihaknya bersama masyarakat setempat terus melakukan berbagai inovasi dan koordinasi dengan berbagai pihak agar bisa semakin siap dikunjungi wisatawan.

Salah satu 'pemandangan' unik di kawasan ini, setiap hari ada lebih dari 200 perahu nelayan yang merapat di dermaga setempat.

Dermaga tersebut berada di hulu sungai yang terlindungi hutan mangrove cukup lebat, sehingga cukup aman untuk berlindung perahu nelayan usai melaut mencari ikan dan berbagai hewan laut lainnya.

Selain menjadi petani, warga desa itu juga banyak yang bekerja sebagai nelayan sehingga keberadaan dermaga yang aman menjadi kebutuhan untuk menunjang perekonomian mereka.


(ANTARA/Sa)
loading...

0 komentar:

Post a comment