Sri Mulyani Minta Kemenkeu dan Stakeholders Dapat Mengimplementasikan Nilai Qurban

Sri Mulyani Minta Kemenkeu dan takeholders Dapat Mengimplementasikan Nilai Qurban
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara Penyembelihan Hewan Qurban Kementerian Keuangan Tahun 1440 H/2019 M di Komplek Kemenkeu Selasa, (13/08/19). (Poto: Kemenkeu/Biro KLI-Wahyu)

Jakarta, Forumpublik.com -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan stakeholders untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai qurban dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari untuk mencapai hasil terbaik. Nilai-nilai tersebut adalah pengorbanan, rasa bersyukur dan peduli terhadap sesama.

Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Penyembelihan Hewan Qurban Kementerian Keuangan Tahun 1440 H/2019 M di Komplek Kemenkeu Selasa, (13/08).

“Dalam tataran kita bekerja, kompetensi, endurance, kemampuan kita untuk terus bisa bertahan untuk mencapai tujuan itu mengorbankan waktu, tenaga, kadang pikiran, perasaan bahkan waktu bersama keluarga.

Itu adalah pengorbanan. Kalau kita bertahan kepada etika dan profesionalisme itu adalah suatu pengorbanan padahal godaan begitu banyak,” kata Menkeu mencontohkan beberapa arti dan makna qurban dalam arti yang lebih luas dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Lihat juga:
Kemenkeu Kirim Surat Tagihan Utang Pertama Jatuh Tempo ke Lapindo

Lebih dalam lagi, ia ingin tidak hanya berkorban tetapi sekaligus bersyukur membuat tema "Dengan Berkorban Kita Ingin Sampaikan Rasa Syukur dan Rasa Peduli" menjadi sangat penting bagi para insan Kemenkeu untuk memberikan yang terbaik dalam bekerja.

“Dalam konteks kita sekarang bernegara dan berorganisasi, itu artinya kalau Anda sudah mengerjakan tugas dan mengorbankan seluruh waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan menjaga integritas dan profesionalime Anda, Anda bersyukur karena mampu memberikan yang terbaik. Itu nilainya luar biasa,” puji Menkeu.

Nilai ketiga yaitu peduli terhadap sesama manusia merupakan suatu tujuan utama dari prosesi qurban itu sendiri. Nilai ini didasarkan pada nilai kemanusiaan yang adil dan beradab tanpa membedakan suku, agama, golongan dan kelompoknya.

Menkeu meminta para hadirin, khususnya jajaran Kemenkeu tidak hanya melakukan prosesi qurban sebagai suatu ritual tetapi mampu mendapatkan esensi ibadah tersebut dan menerapkannya dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin tema ini tidak hanya berhenti pada hari pada saat kita secara simbolis menyembelih hewan qurban. Saya ingin tema ini dimaknai oleh seluruh teman-teman di Kementerian Keuangan sebagai simbol upaya kita suatu effort terus-menerus agar kita sebagai manusia menjadi manusia yang mampu memberi atau berkorban,” pungkas Menkeu.

Lihat juga:
Politikus PAN Sukiman Ditahan KPK Usai di Periksa atas Kasus Suap
Jokowi Dorong Destinasi Wisata di Danau Toba Berkelas Super
Jokowi Komitmen Benahi Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Menarik dan Lengkap
Jokowi Dorong Geopark Kaldera Toba Masuk Jaringan Global UNESCO
Darmin Yakin Eropa Bakal Kalah, atas Sengketa Bea Masuk Biodiesel di WTO

(Kemenkeu/M Es)
loading...

0 komentar:

Post a comment