“Azal Menjemput Siapa Tau, Sudah Siapkah Umat qu, Menerima Kematian Yang Pasti”



Oleh
H. Johannes MP Tetelepta, SH, MM
Anggota DPRD Fraksi Gerindra Kota Dumai


Forumpublik.com | Setiap Umat Manusia di Dunia Sudahlah Pasti menjalankan yang Namanya "Kematian" itulah Salah Satu Tolak Ukur bagi Orang-orang yang Masih "Hidup" pada Dunia Fana ini.

Dari kalimat Tersebut terselip Keterkaitannya "UMUR" Atau "USIA" Menjelang "AZAL"nya Tiba. Itulah Hakikat dari Jalan Hidupnya Umat Manusia di Muka Bumi yang Fana ini, bila ALLaH S.w.t BerKehendak "KUN FAYAKUN " bisa tidak bisa ? Siap Atau Tidak Siap ? Harus Wajib bagi Umat Manusia Terima sudah Pada "WAKTU" nya Hari Akhir Telah Tiba.

Kehidupan dan Kematian adalah Hal yang Pasti bagi "Umat Manusia" Masih Hidup, jangan Sia-Siakan Masa Hidupmu pada Dunia. Sebab di Akhirat Nanti Wajib harusnya Ada Bekal buat Kita Menghadapinya. Hanya sekedar Mengingatkan Wahai Sahabat, Wahai Saudara-Saudari ..Qu.

Tata Waktu Hitungan Detik, Menit dan Jam ibaratnya Perputaran seiringnya Waktu Dalam Bahasa di Kehidupan Semesta Alam ini, Hanya Sipatnya Sementara bisa di Bilang Sebagai "Numpang" Antrian.

Kesempatan Hidup bisa disebut Numpang Sementara Waktu Berputar, Salah Satu Contoh, "Numpang Ibadah (Sholat), Numpang Makan, Numpang Minum, Numpang Tidur, Numpang di Pertemukan Jodoh, Numpang Istirahat, dan Lainnya". Itupun di Masa Kehidupan nyata nya Saja dan Ketika Kematian di Alam Barzah alias Alam Kubur hanya Amal Ibadahnya kitalah yang jadi Penentuan nya.

Kesemuanya itu dari Sikap jaga awalnya Kesehatan kita Menjalani Hidup di Dunia Dalam Katagori KeImanan diri, Tawaqal, Ibadah, Berusaha, BerDo'a, Selalu Perbanyak Dzikir lalu Istighfar, Kejujuran Hati, Baik Ucapan dan Perbuatannya kita Sehari-hari. Artinya Tidak Modal Berdusta (Modus) apalagi orang-orang yang Munafik pada Ucapannya.


“Azal Menjemput Siapa Tau, Sudah Siapkah Umat qu, Menerima Kematian Yang Pasti”


TAK ada yang tak bisa kita lalui jika bersama. Luangkan waktu, pemikiran, tenaga, harta serta kesetiaan untuk sesama. Kita semua pasti ingin berbuat yang terbaik, tapi bukan hanya terbaik untuk diri kita sendiri , tetapi juga terbaik bagi orang lain.

Tanpa pengorbanan kebaikan diri juga tidak akan pernah kita dapati.

Kondisi hari ini akan membaik jika kita mau berbagi perhatian, berbagi nasihat dan bergandengan tangan karena kita semua adalah sama.

Sama-sama ingin kebaikan, sama-sama ingin selalu sehat, sama-sama ingin melalui keadaan ini dengan baik, sama-sama ingin terpenuhi hak haknya dan sama-sama ingin bisa terus bersama keluarga serta sama-sama ingin menjalani aktifitas sehari-hari dengan normal.

Saling jaga, saling memperhatikan , saling mengingatkan, saling membantu dan saling dukung dalam satu kebaikan adalah yang utama. Tanpa itu kita tidak akan bisa bersama sama melalui ini.

Memang umur siapa yang tahu, soal kematian adalah pasti. Akan tetapi berikhtiar adalah kewajiban dan jangan pasrah, jangan menyerah, karena perjuangan itu masih ada.

Sayangi diri dengan mengikuti ketentuan adalah cara kita menyayangi orang – orang disekitar kita.

Yang mampu mari berbagi kepada yang membutuhkan, perhatian dan rasa persaudaraan dibutuhkan saat ini.

Gerakan moral untuk selalu melihat keluhan saudara saudara kita di kiri dan kanan, depan dan belakang, atas dan bawah adalah kenyataan yang harus sama sama kita fikirkan untuk mencari jalan keluar.

Kuncinya ada di dalam hati kita. Semoga kita selalu diberikan kesempatan untuk ikut bersama sama berbuat sesuatu untuk sesama .

Aamiin….

Editor: Tonang

0 comments:

Post a Comment