Rencana Prabowo Perpanjang Tenor KPR 40 Tahun, Pengamat: Terlalu Lama Nggak Baik

Manto
3 May 2026 | May 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T16:38:57Z
Rencana Prabowo Perpanjang Tenor KPR 40 Tahun, Pengamat: Terlalu Lama Nggak Baik
Ilustrasi. Tenor KPR selama 40 tahun. (Foto: jbsolicitors.com)

Jakarta - Forumpublik.com | Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan ingin memperpanjang tenor atau masa cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi 40 tahun. Hal ini ia sampaikan pada perayaan Hari Buruh yang digelar di Monumen Nasional (Monas) pada Jumat (1/5/2026).

Ia menginginkan para buruh yang saat ini masih menyewa rumah, bisa mencicil rumah sendiri karena cicilannya tidak besar jika masa tenornya hingga 40 tahun. Lantas, apakah benar tenor 40 tahun bisa membantu masyarakat mencicil rumah?

Menurut Ekonom Senior Institute for Development Economic and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad memang benar bahwa tenor diperpanjang menjadi 40 tahun berpengaruh pada kemampuan masyarakat untuk mencicil rumah karena nominal cicilan per bulan yang kecil. Bahkan bisa di bawah Rp 1 juta bagi yang mengambil KPR subsidi.

Namun, tenor KPR yang panjang juga banyak risikonya karena bunga yang harus dibayarkan oleh debitur semakin banyak.

Jika terjadi masalah ekonomi, pemilik rumah berpotensi mengalami gagal bayar dan biasanya memilih melepas kredit karena tidak sanggup membayar.

Tauhid merasa tenor 30 tahun sudah memberikan banyak sekali kelonggaran bagi debitur. Di mana jumlah cicilannya lebih rendah daripada yang tenor 15-25 tahun dan jangka waktu pembayarannya masih aman.

"Ya menurut saya 30 tahun saja itu sudah panjang sekali ya. Apalagi 40 tahun begitu ya artinya kalau kita lihat sebenarnya terlalu lama juga tidak baik," kata Tauhid, Sabtu (2/5/2026), rilis detikcom.


Risiko lainnya adalah tenor sampai 40 tahun juga melebihi batas umur produktif seseorang. Apalagi bagi yang mengambil cicilan di usia 30 tahunan. Jika mengambil tenor 40 tahun, KPR baru bisa lunas ketika usianya sudah sekitar 70 tahunan, sudah lewat dari usia produktif.

"Misalnya orang (usia) produktif 20-25 tahun atau 30 tahun baru boleh mencicip (KPR), 40 tahun itu kan sudah batas pensiun. Jadi kenapa 30 tahun? Karena itu masih fase produktif orang di pekerjaan itu kan 25 tahun, terus (KPR) 30 tahun kan, 55 tahun sudah selesai pensiun (dan bayar KPR)," jelasnya.

Terpisah, Pengamat Perbankan Moch Amin Nurdin mengatakan ide memperpanjang tenor KPR hingga 40 tahun ada sisi positif dan risikonya bagi debitur dan perbankan.

Sisi positif bagi masyarakat yang tertarik ambil KPR adalah jumlah cicilannya lebih kecil daripada yang mengambil tenor singkat. Risikonya adalah gagal bayar karena waktu cicilan yang panjang, bisa saja di tengah-tengah cicilan meninggal dunia atau mengalami kesulitan ekonomi. Selain itu, bisa juga muncul sifat menunda-nunda pembayaran yang berakhir mendapat teguran dari bank yang berisiko rumah disita.

"Anak-anak atau pegawai buruh yang penghasilannya pas-pasan, itu ada peluang. Jadi rumah sekarang bukan hanya sebuah impian, tapi sebuah kemungkinan yang bisa dibeli, karena tenornya panjang," tegasnya.

Amin juga menjelaskan sisi positif dan risiko kebijakan ini dari kacamata perbankan. Sisi positifnya adalah bank mudah untuk memasarkan produknya karena peminatnya mungkin bisa meningkat karena jumlah cicilannya yang kecil.

"Kalau dari sisi bank positifnya itu ya, bisa memasarkan yang lebih mudah, karena cicilannya ringan," ujar Amin.


Sementara, risikonya dari kesanggupan debitur untuk melunasi. Ia menyebut 40 tahun adalah waktu yang lama untuk membayar cicilan. Apakah debitur tersebut bisa melunasi cicilan hingga akhir, pihak bank tidak dapat memastikan hal tersebut.

"Kalau panjang umur, kalau nggak? Nah resiko di situ. Bagi bank itu ada resiko di sana. Terus berarti kan bank harus juga mengubah seluruh kriteria, SOP, bahkan sampai ke sistem. Itu harus dipahami dulu oleh pegawai-pegawai banknya, terkait dengan risiko-risikonya, dan bagaimana kemudian prosesnya di internal supaya bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh pemerintah," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo menargetkan pembangunan 1 juta rumah untuk tahun ini. Rumah-rumah tersebut rencananya akan dibangun di dekat kawasan industri, dekat kawasan tempat kerja, dan berencana untuk membangun kota-kota baru yang huniannya berupa rumah susun.

"Kota-kota baru tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah susun dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik," tutur Prabowo saat pidato dalam rangka peringatan Hari Buruh, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/4/2026).

Prabowo juga menyoroti penghasilan para buruh yang 30 persennya digunakan untuk membayar sewa rumah. Ia menginginkan para buruh yang membayar sewa akan dapat mencicil rumah yang disewa tersebut. Cicilannya, bisa sampai 40 tahun.

"Jadi yang tadi 30% untuk kontrak kita kurangi itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun, karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana. Betul? Karena petani dan nelayan tidak akan kemana-mana, betul?" ujar Prabowo.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rencana Prabowo Perpanjang Tenor KPR 40 Tahun, Pengamat: Terlalu Lama Nggak Baik

Trending Now