Studi King's College London Temukan Gejala Baru Corona yang Umum pada Anak

Studi King's College London Temukan Gejala Baru Corona yang Umum pada Anak
Ilustrasi. Hal yang apaling umum menjadi gejala virus corona adalah kelelahan, sakit kepala, dan demam. (Foto: medicalnewstoday)

JAKARTA - Forumpublik.com | Gejala corona dengan penyakit flu hampir sama. Tak ayal, banyak orang kesulitan membedakan apakah sedang mengalami gejala corona atau pilek. Namun, hasil studi terbaru pada anak menemukan gejala corona memiliki urutan yang unik.

Sebuah studi terbaru dari King's College London menemukan gejala baru infeksi virus corona penyebab Covid-19 yang dialami kelompok anak. Kelelahan, sakit kepala, dan demam menjadi gejala yang paling umum.

"Kami perlu mulai memberi tahu orang-orang tentang gejala Covid-19 yang saling berbeda dari berbagai usia, daripada harus terus berpaku pada gejala demam, batuk, dan menurunnya indera penciuman," ujar pemimpin penelitian Profesor Tim Spector, mengutip The Guardian, Kamis (10/9/2020).

Sebelumnya, berbagai lembaga kesehatan menyebutkan demam, batuk yang terus menerus, dan menurunnya fungsi indera penciuman sebagai gejala Covid-19 baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh tim dari Covid-19 Symptoms Tracker menemukan data baru mengenai gejala khusus yang muncul pada anak. Gejala ini berbeda dengan orang dewasa.

Penemuan tersebut didasarkan pada laporan sebanyak 198 anak yang dinyatakan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 di Inggris.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah: Tetap Fokus Kendalikan Covid-19

Hasilnya, sepertiga dari anak yang dinyatakan positif tidak menunjukkan gejala apa pun. Sementara sisanya mengalami gejala yang berbeda dengan orang dewasa.

Sebanyak 55 persen anak mengalami kelelahan. Sementara sebanyak 54 persen anak mengalami sakit kepala, dan hampir setengahnya mengalami demam.

Gejala seperti sakit tenggorokan hanya dirasakan oleh sekitar 38 persen anak dengan gejala. Sebanyak 15 persen mengalami penurunan nafsu makan, 15 persen mengalami ruam pada kulit, dan 13 persen mengalami diare.

"Yang ingin kami lakukan di sini bukan-lah mendorong [anak] untuk menjalani tes, tapi mendorong konsep pembelajaran jarak jauh untuk meminimalisir aktivitas anak di sekolah." kata Spector.

Spector mengatakan, perbedaan gejala antara anak dan orang dewasa ini mungkin disebabkan oleh perbedaan cara sistem kekebalan tubuh masing-masing menanggapi virus.

Lihat juga:
Kabaharkam Tegaskan, Polri Dukung Kebijakan Pemerintah Percepat Perizinan Berusaha
Bahas Tugas Rutin Kepolisian Masa Pandemi, Ombudsman Zoom Meeting Bersama Kabaharkam Polri dan Kasatgas Covid-19
Kabaharkam Polri Bantu Kursi Roda untuk Remaja 17 Tahun Asal Pasar Minggu Jaksel
Amanat UU: Ketua KPK Siap Hadiri Sidang Dewas Soal Sewa Heli
Jaya Suprana: Delapan Butir Maklumat KAMI

(cnnindonesia/asr)
Editor: Manto

loading...

0 komentar:

Post a comment