IHSG Jumat Dibuka 88,88 Poin, Menguat di Tengah Fase Krusial Pasar Modal Indonesia

30 January 2026 | January 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T04:59:42Z
IHSG Jumat Dibuka 88,88 Poin, Menguat di Tengah Fase Krusial Pasar Modal Indonesia
Pengunjung memotret layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj)

Jakarta - Forumpublik.com | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,59 poin atau 1,43 persen ke posisi 824,60.

IHSG menguat di tengah fase krusial pasar modal Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak menguat di tengah fase krusial pasar modal Indonesia.

IHSG dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,59 poin atau 1,43 persen ke posisi 824,60.

"Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase yang sangat krusial," ujar Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana dalam risetnya di Jakarta, Jumat (30/1/2026), rilis antaranews.


Dalam dua hari terakhir, IHSG mengalami tekanan hebat hingga mencatatkan penurunan signifikan dan memicu "trading halt" sebanyak dua kali berturut-turut.

"Kondisi ini mencerminkan tingkat kepanikan pasar yang cukup tinggi, terutama akibat kombinasi sentimen global dan kekhawatiran investor terhadap transparansi serta tata kelola pasar domestik," ujar Hendra.

Pada pagi hari ini, Jumat (30/01), di tengah situasi penuh tekanan, Direktur Utama BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya, sebuah keputusan yang langsung menjadi sorotan pelaku pasar.

Pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar yang sedang bergejolak.

Sementara itu, merespon pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen pada Februari 2026.

Ketentuan free float akan berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat.Apabila emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka akan diberikan exit policy, namun saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan.

Selain itu, BEI dan Self–Regulatory Organization (SRO) akan menyesuaikan dan menyampaikan proposal sesuai dengan yang dibutuhkan MSCI terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia.


Selain itu, OJK mengungkapkan pemerintah akan segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ditargetkan terbit pada kuartal I tahun 2026.

Pada perdagangan Kamis (29/01) kemarin, bursa saham Eropa ditutup variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,52 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,17 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,52 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,06 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup variatif pada Kamis (29/01), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,13 persen ditutup di 6.969,01, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,11 persen ditutup di 49.071,56, serta indeks Nasdaq melemah 0,53 persen ke 25.884,30.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 0,84 persen ke level 52.925,89, indeks Shanghai melemah 1,31 persen ke posisi 4.103,68, indeks Hang Seng melemah 1,60 persen ke posisi 27.520,00, dan indeks Straits Times melemah 0,20 persen ke 4.920,74.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • IHSG Jumat Dibuka 88,88 Poin, Menguat di Tengah Fase Krusial Pasar Modal Indonesia

Trending Now