Lembaga Perintis 119 Aceh Laksanakan Kegiatan HIPERKES dan Keselamatan Kerja bagi Lulusan STIKes BUL

Lembaga Perintis 119 Aceh Laksanakan Kegiatan HIPERKES dan Keselamatan Kerja bagi Lulusan STIKes BUL
Lembaga Perintis 119 dan STIKes BUL Aceh saat mengadakan Pelatihan HIPERKES dan Keselamatan Kerja yang berkoordinasi dengan AGD 118 serta Direktorat Bina K3 Kemnaker RI, selama lima hari, sejak tanggal 18-22 Mei 2022 di Aula Serbaguna STIKes Bustanul Ulum Langsa, Kota Langsa, Aceh, Minggu (22/05/2022). (Foto: Rizki Hidayat/Forumpublik.com)

LANGSA (ACEH) - Forumpublik.com | STIKes Bustanul Ulum Langsa (BUL) mengadakan Pelatihan Higiene Perusahaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (HIPERKES dan Keselamatan Kerja) yang berkoordinasi dengan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 serta Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari, sejak tanggal 18-22 Mei 2022 di Aula Serbaguna STIKes Bustanul Ulum Langsa, Kota Langsa, Aceh, yang dibuka oleh Arista Ardilla, selaku Wakil Ketua I STIKes Bustanul Ulum Langsa mewakili Ketua STIKes yang sedang berada diluar kota dan untuk pemateri, dari Direktorat Bina K3 Kementrian Ketenagaakerjaan RI, yaitu dr. M. Arief Qamarullah dan Ns. Suhartomo dari AGD 118 DKI Jakarta.

"Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu lulusan Kesehatan di STIKes Bustanul Ulum Langsa," ujar Arista dalam sambutannya di pembukaan pelatihan tersebut, Minggu (22/05/2022).

Beliau juga menyebutkan, dengan mengikuti pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja, seorang lulusan kesehatan akan lebih mudah melamar pekerjaan baik di perusahaan, maupun rumah sakit.

"Untuk itu, STIKes BUL akan melaksanakan pelatihan ini secara kontinu, dua kali dalam setahun," ucap Arista.

Baca juga: Menkeu: Belanja Negara Per Maret 2022 Terealisasi Mencapai 490 Triliun

Pada kegiatan tersebut, peserta pelatihan yang berjumlah lima puluh orang ini tak hanya mengikuti materi, juga melakukan studi lapangan di PT. Yakult secara virtual pada hari Jumat, 20 Mei 2022.

Arista mengatakan, para peserta diajak berkeliling pabrik untuk menganalisis bagaimana higiene perusahaan tersebut. Peserta kemudian menuliskan laporan hasil studi lapang tersebut dan mempresentasikannya.

Ia menjelaskan, sebagai syarat kelulusan pelatihan, peserta harus mendapatkan nilai minimal tujuh puluh pada post test, dan semua peserta dinyatakan lulus.

“Alhamdulillah lulusan STIKes BUL selain mendapatkan ijazah juga dibekali dengan pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Harapannya semua peserta dapat memahami konsep penerapan K3 di lapangan serta menjamin kesehatan di lingkungan kerja maupun perusahaan nantinya," ujar Arista selaku ketua panitia.

Sekretaris Lembaga Perintis 119 Aceh selaku pengelola kegiatan yang dilaksanakan, Ners. Rizki Hidayatullah, mengatakan bahwa penerapan K3 bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, dan merupakan bagian dari pembangunan nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

"Kalau kita lihat, terjadinya kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril, dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Untuk meminimalkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja salah satu caranya adalah memperkuat kompetensi SDM bidang K3 yang bertugas di perusahaan," kata Sekjen Rizki Hidayatullah pada saat wawancara dengan media.

Kedepan STIKes BUL beserta Lembaga Perintis 119 Aceh akan terus melaksanakan kegiatan pelatihan tidak hanya HIPERKES & Kesehatan Kerja saja, namun pada pelatihan lainnya yang berfokus pada peningkatan kompetensi bagi mahasiswa.

Lihat juga:
Maret 2022 Pendapatan Negara Tunjukkan Kinerja Positif, Pajak Penerimaan Capai Rp322,46 Triliun
Airlangga: Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Jaga Momentum Penerimaan Negara, Pemerintah Naikkan Tarif PPN jadi 11 Persen
Kejagung Tetapkan Dirjen Kemendag dan 3 Tersangka Lainnya Mafia Korupsi Minyak Goreng, Ini Modusnya
Pro Kontra Pemecatan Dokter Terawan, SKPPHI: Ada Momentum Terbentuknya Organisasi Dokter Tandingan

Penulis: Rizki Hidayat
Editor: Rianto


0 comments:

Post a Comment