Dampak Pandemi COVID-19, Pengrajin Batu Bata Sepi Pembeli

Dampak Pandemi COVID-19, Pengrajin Batu Bata  Sepi Pembeli
Batu bata lokal yang berada di Desa Terusan Blok Sukadedel, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang saat ini sepi akan pembeli, Sabtu (02/01/2021). (Foto: Jani/Forumpublik.com)

INDRAMAYU (JAWA BARAT) - Forumpublik.com | Sentra para pengusaha/pengrajin batu bata ikut terdampak pandemi COVID-19, dikarenakan sepinya akan permintaan.

Lantaran jarangnya ada pembangunan yang berjalan sehingga berdampak pada kurangnya pembeli batu bata lokal yang berada di Desa Terusan Blok Sukadedel, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Seperti yang dikeluhkan oleh Surasa (50) saat ditemui dilokasi usahanya, dirinya mengeluh lantaran banyaknya pembuatan batu bata, sehingga tertumpuk, namun belum ada pembeli yang datang menghampirinya saat ini, Sabtu (02/01/2021).

"Sekarang sepi mas, tidak kayak dulu lagi mungkin belum adanya pembangunan yang berjalan, ini dampak dari COVID-19 mungkin, sehingga orang yang mau membangun rumah atau gedung juga belum ada yang datang mas," keluhnya ditempat usahanya, Sabtu (02/01/2021).

"Lihat saja mas, masih banyak tumpukan batu batanya, padahal separoh penghasilan ekonomi keluaga saya, ya dari usaha ini mas," terangnya.


Masih di tempat yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Tarmin pengrajin batu bata asal Kelerahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, dirinya mengutarakan keluhannya atas tidak adanya permintaan dari pembeli.

"Bingung mas, untuk sekarang ini penjualan batu bata lagi susah, jarangnya pembeli yang datang, apa lagi pada musim pandemi COVID-19 ini, sangat jelas dampaknya ya ke kami juga mas," keluh Tarmin.

"Kita  berharap akan adanya perhatian dari pemerintah akan nasib dari usaha kami Mas. Semoga ada solusi yang diberikan pemerintah, agar usaha karya kami tidak bangkrut ataupun tutup Mas," harap Tarmin.  

Namun demikian semangat para pengrajin batu bata yang tanpa menyerah meski dihadapakan dengan kesulitan, layak di acungkan jempol.

Apa lagi dalam menyikapi dampak pandemi, mereka harus terus berkarya dan berusaha demi ekonomi keluarganya.

Lihat juga:

loading...

0 komentar:

Post a comment