![]() |
| Arab Saudi tetapkan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, Jumat 20 Maret. (Foto: VIA REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY) |
Polemik ini berakar pada perbedaan metode penetapan antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit).
Sebelumnya, Arab Saudi telah mengonfirmasi penetapan Idul Fitri berdasarkan pengamatan hilal pada malam 29 Ramadan (18 Maret 2026/19 Maret 2026 waktu setempat).
Namun, laporan menunjukkan bahwa setelah pengamatan, Arab Saudi menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dikarenakan hilal dilaporkan terlihat atau Ramadan digenapkan menjadi 30 hari sesuai tradisi, yang berimplikasi pada perayaan serentak di beberapa negara Timur Tengah.
Sehingga, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa hari raya Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan akan dimulai pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
'
"Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa besok, Kamis, adalah hari ke-30 bulan Ramadhan, dan bahwa hari Jumat adalah hari raya Idul Fitri yang diberkahi," lapor Kantor Berita Saudi, dikutip AFP Kamis (19/3/2026), sebagaimana diterbitkan oleh media pemerintah.
Waktu perayaan hari raya ini, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan, ditentukan oleh penampakan bulan sabit, sesuai dengan kalender lunar Muslim.
Menjalani puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam, yang mengharuskan umat Islam untuk menahan diri dari makan, minum, merokok, dan hubungan seksual selama siang hari.
Umat Islam yang taat juga dianjurkan untuk berdonasi kepada kaum miskin.
Puasa banyak dipraktikkan di Arab Saudi, rumah bagi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Di seluruh dunia Muslim, perayaan Ramadan tahun ini dibayangi oleh perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Kawasan Teluk telah dihantam dengan serangan berulang kali oleh Iran dalam serangan balasan, dengan bandara, daerah pemukiman, instalasi energi, dan pangkalan militer menjadi sasaran rudal balistik dan drone.
