Diminta Polres Bengkalis Tangkap, Bubarkan Oknum Pelaku Pungli di Bukit Kerikil

Diminta Polres Bengkalis Tangkap, Bubarkan Oknum Pelaku Pungli di Bukit Kerikil
Ilustrasi. Polres Bengkalis, Riau. (Istimewa)

Bengkalis (Riau) - Forumpublik.com | Menyikapi keluhan para Sopir truck tronton bermuatan Batu Kerikil, diminta pihak penegak hukum Polres Bengkalis tangkap dan bubarkan paksa jaringan oknum pelaku Pungutan Liar (Pungli) berkedok organisasi.

DN salah satu sopir merasa kecewa terhadap oknum pungli yang berkembang di Bukit Kerikil. Membuat para Sopir truck pekerjanya menjerit, was-was, banyak uang keluar. Sopir Mobil truck tronton muatan Batu Kerikil jadi sasaran empuk oknum Pungli, diduga seakan terkoordinir di Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten.Bengkalis, Riau, Sabtu (18/4/20).

"Akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini, penghasilan uang trif kami berkurang. Ulah mereka bagaikan preman pasar yang kian merajalela di wilayah tersebut," cetus DN.

Selaku Kepala Desa (Lurah) Bandar Laksamana menyampaikan tidak mengetahui atas kegiatan praktek Pungli tersebut.

"Saya aja baru di Lantik tiga bulan ini menjabat, tidak tau aktivitas oknum yang mengatasnamakan Organisasi adanya Pungli. Saya baru tau dari para jurnalis," papar Nurdin.

Hal senada disampaikan RT. 008 Rotua Br Pasaribu, "saya juga tidak mengetahui adanya praktek oknum melakukan Pungli di wilayah desa ini," ucap Rotua.

Para seluruh Sopir truck sepakat meminta pihak penegak hukum polres Bengkalis menindak lanjuti secara tegas ditangkap dan di bubarkan.

"Pelaku oknum pungli tersebut, melakukan tindakan gaya premanisme terhadap kami. Kami resah dan was-was akibat ulah mereka. Sebab kami harus mengeluarkan biaya sebesar Rp.90.000 (sembilan puluh ribu rupiah), untuk biaya pungutan liar," cetus salah satu supir yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Tolonglah di bantu kami para bapak jurnalis terbitkan berita ini, supaya di tindak pihak yang berwajib," tandas P.Mn.

Berita terkait : 'Miris' Para Sopir Menjerit, Banyak Oknum Pungli Berkeliaran di Bukit Kerikil Bengkalis

Untuk diketahui, para sopir sebelum masuk area perusahaan PT Arara Abadi, pengeluaran per/unit truck tronton menghabiskan uang tambahan penghasilan trif sopir truck tronton angkutan atau armada yang melintas berkisar antara lain:

1. Jalan masuk simpang antara Bukit Kapur ada cakruk oknum mengatasnamakan Organisasi Kepemudaan (OKP) meminta pada semua sopir truck awalnya Rp.5000 (lima ribu rupiah) kini naik menjadi.Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah).

2. Jalan pas pintu palang simp tiga PT.Arara Abadi membayar uang Rp.30.000 (tiga puluh ribu rupiah) yang mengatasnamakan Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPTI) Kabupaten Bengkalis Perbatasan kota Dumai.

3. Tambah uang ukur untuk oknum bila mana truck tronton masuk muatan Batu kerikil Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) Kota Bengkalis atau kota Dumai. (DNST/Endy Castello, Suherman-TIM)

Lihat juga :

Editor: Tonang

loading...

0 komentar:

Post a comment