BPIP: Kasus Ibu 3 Anak Dipenjara Mencuri Sawit, Hukum Harusnya Pertimbangkan Kemanusiaan

RMS dan ketiga anaknya. (Foto: merdeka.com) 

Jakarta
- Forumpublik.com |
Hukuman kurungan yang dijatuhkan pengadilan kepada RMS (31), dalam kasus pencurian tiga tandan sawit dari perkebunan PTPN V Sei Rokan, Riau, mengundang simpati publik.

Selain besaran kerugian hanya Rp76.500, pelaku diketahui merupakan buruh perempuan dan menjadi tulang punggung keluarga bagi tiga anaknya.

Staf Khusus (Stafsus) Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, mengatakan pentingnya keadaban hukum berpihak kepada mereka yang lemah.

Menurut dia, hukum seharusnya tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.

“Demi tegaknya hukum yang adil maka perkara yang kecil harus diselesaikan. Dengan memperhatikan keadilan publik, maka perkara harus diselesaikan dengan cara adat bukan dengan proses pengadilan,” kata Benny melansir dari SINDOnews, di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Sebagai informasi, pada 2 Juni 2020, Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian menjatuhkan vonis kurungan 7 hari pada RMS karena melakukan pencurian tiga buah tandan buah sawit milik PTPN V Sei Rokan di Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Baca juga: Penerapan New Normal di Indonesia, Ryan Kiryanto: Tidak Bisa Disamaratakan

Berdasarkan keterangan saksi, Richa melakukan pencurian tersebut bersama-sama dengan tiga orang temannya. Namun, ketiga rekannya berhasil kabur.

Total kerugian yang diderita PTPN V Sei Rokan adalah senilai Rp76.500.

Dari proses pemeriksaan diketahui bahwa RMS terpaksa harus mencuri untuk memberi makan ketiga anaknya karena beras di rumahnya habis.

Melihat kasus tersebut, Benny menilai proses penegakan hukum terhadap perkara kecil seharusnya diatasi secara kekeluargaan ketimbang melanjutkan ke meja hijau.

Benny berharap pengadilan membebaskan terpidana dengan mempertimbangkan kemanusiaan.

“Lebih baik perkara diselesaikan dalam sistem kekeluargaan supaya rasa keadilan publik tidak terluka,” pintanya.

Lihat juga:

(thm/sindonews)
Editor: Manto

loading...

0 komentar:

Post a comment