"Karya Ilmuwan AS" Campuran Makhluk Manusia-Monyet Dibiarkan Hidup Selama 20 Hari

"Karya Ilmuwan AS" Campuran Makhluk Manusia-Monyet Dibiarkan Hidup Selama 20 Hari
Monyet-monyet yang jadi objek penelitian di laboratorium di China. Para ilmuwan AS menghasilkan makhluk campuran manusia-monyet yang menuai kritik soal etika. Proyek kontroversial ini dipimpin oleh pakar ekspresi gen Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute di California. (Foto: Reuters)

AMERIKA SERIKAT - Forumpublik.com | Makhluk campuran monyet-manusia karya para ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) bertahan hanya berlangsung hingga 20 hari sejak diciptakan. Makhluk campuran atau chimera yang statusnya masih embrionik kemudian dihancurkan.

Proyek kontroversial ini dipimpin oleh pakar ekspresi gen Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute di California. Dia dan timnya telah menanamkan sel induk manusia ke dalam beberapa embrio monyet yang kemudian tumbuh hingga 20 hari.

Pekerjaan itu telah memicu kritik dari para ilmuwan lain tentang etika dan status hukum makhluk itu jika bertahan hidup. Di sisi lain, Belmonte mengklaim penelitian timnya berpotensi berguna dalam hal mengungkap sisa rahasia biologi perkembangan dan evolusioner dan bisa menjadi solusi untuk krisis organ manusia.

"Karena kita tidak dapat melakukan jenis eksperimen tertentu pada manusia, penting bagi kita untuk memiliki model yang lebih baik untuk belajar dan memahami biologi dan penyakit manusia secara lebih akurat," kata Belmonte.

"Target penting biologi eksperimental adalah pengembangan sistem model yang memungkinkan studi penyakit manusia dalam kondisi di vivo," mengutip dari dari Russia Today, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Cara Daftar dan Ganti Buku Tanah Asli ke Sertifikat Elektronik

Menurut tim peneliti, beberapa embrio monyet disuntikkan dengan sel induk manusia. Sel induk dapat menghasilkan berbagai jenis jaringan, baik jaringan embrionik maupun non-atau ekstra-embrionik.

Sel manusia terdeteksi dalam 132 embrio chimera 24 jam setelah implantasi, sementara 103 embrio chimeric masih berkembang sembilan hari kemudian.

Pada hari ke-19, jumlah embrio chimera yang bertahan turun menjadi tiga, yang semuanya memiliki persentase sel manusia yang tinggi karena mereka terus tumbuh. Semua embrio dihancurkan dalam 20 hari penciptaan.

Chimera telah ada sejak 1970-an, dengan berbagai tingkat kesuksesan. Penelitian biasanya dilakukan pada hewan pengerat, tetapi baru-baru ini telah melibatkan penggunaan DNA dari babi dan domba.

Teknologi penting yang memungkinkan embrio monyet bertahan hidup di luar tubuh untuk jangka waktu yang lama juga sedang dikembangkan oleh Weizhi Ji dan timnya di Kunming University of Science and Technology di Yunnan, Cina.

Dengan menganalisis sampel, para peneliti dapat menentukan jalur komunikasi antara monyet dan sel manusia mana yang layak untuk generasi chimera di masa depan dan mana yang tidak.

Ini akan memperluas kemungkinan memproduksi chimeras masa depan dengan spesies yang secara genetik lebih jauh dari manusia daripada monyet, membuka pintu ke jalan penelitian yang unik, termasuk organ yang tumbuh yang dapat ditransplantasikan untuk digunakan pada manusia tetapi tumbuh pada hewan.

Para peneliti berhati-hati untuk menyoroti berbagai konsultasi etika yang mereka lakukan sebelum menciptakan embrio chimera manusia-monyet dan berulang kali menggarisbawahi perhatian penuh pada pertimbangan etika dalam koordinasi erat dengan regulator.

Lihat Juga:
Roket Prototipe SpaceX Starship SN9 Meledak saat Mendarat Setelah Peluncuran Uji Coba
LP3BH Desak Polri Proses Hukum Pemilik Akun Rasis Terhadap Natalius Pigay
Trump Tergeser, Pelat Nomor Kepresidenan AS 'The Beast' Diganti '46' untuk Biden
Penelitian INRS: Ahli Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Air dan Gas
Anjing Penyelamat, Pemilik: ‘She Is My Hero’ Dia Menyelamatkan Saya Setelah Menderita Stroke

Penulis: min
Editor: Rianto


0 komentar:

Post a comment