Konflik ini memicu ketidakpastian pasar modal, inflasi global, dan risiko ekonomi yang lebih buruk dari pandemi.
Konflik yang melibatkan produsen utama (seperti Iran/Israel) mengancam pasokan minyak dunia, sehingga berpotensi menaikkan harga minyak mentah melampaui US$100 per barel.
Akibat konflik ini, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan khusus pada para menterinya terkait kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah.
Prabowo menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk merumuskan skema terbaik agar harga energi tidak membebani daya beli masyarakat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini berupaya menahan dampak krisis energi global agar tidak langsung dirasakan oleh rakyat. Perhitungan yang dilakukan terkait bantalan subsidi tengah dibahas secara intensif antarkementerian.
"Doakan kami dari pemerintah khususnya untuk subsidi, sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat," ungkap Bahlil dalam konferensi pers usai tinjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Bahlil memastikan bahwa hingga saat ini pemerintah memutuskan untuk menahan harga dan belum melakukan penyesuaian tarif BBM bersubsidi. Pihaknya bersama Kementerian Keuangan terus menghitung anggaran agar alokasi subsidi tetap aman di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
"Jadi untuk subsidi, saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik. Sekalipun krisis, tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya," tambahnya.
Selain BBM, pemerintah juga memastikan ketersediaan pasokan energi lainnya tetap stabil dengan harga yang terjaga.
"Semua juga mobil listrik dilayani dengan baik, kemudian LPG juga terlayani dengan baik selama masalah barang, dan solar pun dengan baik dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga," tegasnya.
"Doakan kami dari pemerintah khususnya untuk subsidi, sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat," ungkap Bahlil dalam konferensi pers usai tinjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Bahlil memastikan bahwa hingga saat ini pemerintah memutuskan untuk menahan harga dan belum melakukan penyesuaian tarif BBM bersubsidi. Pihaknya bersama Kementerian Keuangan terus menghitung anggaran agar alokasi subsidi tetap aman di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
"Jadi untuk subsidi, saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik. Sekalipun krisis, tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya," tambahnya.
Selain BBM, pemerintah juga memastikan ketersediaan pasokan energi lainnya tetap stabil dengan harga yang terjaga.
"Semua juga mobil listrik dilayani dengan baik, kemudian LPG juga terlayani dengan baik selama masalah barang, dan solar pun dengan baik dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga," tegasnya.
