Dengan Mengendalikan Otak, Kisah Pria Lumpuh Bisa Berjalan Kembali

Dengan Mengendalikan Otak, Kisah Pria Lumpuh Bisa Berjalan Kembali
Ilustrasi Pria lumpuh. (Via/pinterest)

Forumpublik.com -- Seorang pria Prancis yang lumpuh karena kecelakaan di klub malam akhirnya bisa berjalan kembali. Dia bisa berjalan kembali berkat bantuan eksoskeleton yang dikendalikan otak.

Para ilmuwan mengatakan bahwa ini adalah sebuah terobosan yang memberikan harapan bagi para tetraplegik yang berusaha untuk bisa kembali bergerak.

Pasien berlatih selama berbulan-bulan untuk memanfaatkan sinyal otaknya untuk mengontrol avatar yang disimulasikan komputer untuk melakukan berbagai gerakan dasar sebelum menggunakan perangkat robot untuk berjalan.

Dokter yang melakukan uji coba ini menekankan bahwa alat tersebut berpotensi untuk meningkatkan kualitas hidup dan otonomi pasien.

Si pasien, Thibault yang berusia 28 tahun dari Lyon mengatakan bahwa teknologi ini telah membantu memberinya kesempatan hidup baru.

Empat tahun lalu, kehidupannya berubah ketika dia jatuh dari balkon. Hal ini membuat tulang belakangnya putus dan lumpuh dari bahu ke bawah.

"Ketika Anda berada di posisi saya, ketika Anda tak bisa melakukan apapun dengan tubuh Anda, maka saya ingin melakukan sesuatu dengan otak saya," kata Thibault kepada AFP  melansir dari CNNIndonesia, Sabtu (05/10/19).

Cedera sumsum tulang belakang leher menyebabkan sekitar 20 persen pasien lumpuh di keempat tungkai dan merupakan cedera paling parah dari jenisnya.

"Otak masih mampu menghasilkan perintah yang biasanya untuk menggerakkan lengan dan kaki," kata Alim-Louis Benabid, profesor emeritus di Grenoble dan penulis utama studi yang diterbitkan dalam The Lancet Neurology.

Sebuah tim ahli dari Rumah Sakit Grenoble Alpes, perusahaan biomedis Cinatech dan pusat penelitian CEA menatap dengan menanamkan dua alat perekam di kedua sisi kepala Thibault, antara otak dan kulit.

Ini membaca sensorimotor cortex - area yang mengontrol fungsi motorik. Setiap decoder mentransmisikan sinyal otak yang kemudian diterjemahkan oleh suatu algoritma ke dalam gerakan yang dipikirkan pasien. Sistem inilah yang mengirimkan perintah fisik yang dijalankan oleh exoskeleton.

Thibault menggunakan avatar dan video game untuk berpikir tentang melakukan tugas fisik dasar seperti berjalan, dan menjangkau untuk menyentuh benda.

Lihat juga:

(CNN/chs/chs)
loading...

0 komentar:

Post a comment