'Dompak' Dahulu Kampung Para Perompak, Sekarang Pusat Destinasi Wisata Baru Tanjungpinang

'Dompak' Dahulu Kampung Para Perompak, Sekarang Pusat Destinasi Wisata Baru Tanjungpinang
Ilustrasi. Gerbang jembatan Dompak, kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG (KEPRI) - Forumpublik.com | Dompak (Pulau Dompak) yang terletak di sebelah selatan Tanjungpinang ini, menjadi salah satu pusat destinasi wisata baru bagi masyarakat kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Melihat asal usul nama Dompak ini sebagaimana yang ditulis Koordinator Perpustakaan dan Dokumentasi BPNB Kepri, Dedi Arman di laman Kebudayaan.Kemdikbud.go.id, bahwa Pulau Dompak adalah lompak yang berarti rompak. Disebut rompak, karena pulau ini pernah menjadi sarang perompak.

Dalam artikel tersebut menyebutkan secara singkat, jauh sebelum kemerdekaan, yakni masa Kerajaan Riau Lingga, Kampung Dompak Lama adalah tempat persembunyian perompak.

Para perompak berasal dari sejumlah etnis, yakni Tioanghoa, Bugis, Melayu, Thailand dan ada juga yang Jawa. Ketua perompak adalah etnis Tionghoa.

Pimpinan perompak yang menyediakan peralatan dalam merompak. Wilayah perompakan mereka di perairan Selat Malaka, termasuk beraksi merampok di daerah kini masuk wilayah Malaysia, Singapura dan Bintan.

Setiap selesai merompak (merampok), mereka beristirahat di sebuah kampung Dompak Seberang. Kampung itu belum punya nama, namun sudah bermukim sejumlah orang Tionghoa (Cina).

Kampung yang jadi lokasi tempat peristirahatan dan persembunyian itu diberi nama Kampung Lompak oleh orang Tionghoa. Nama itu mengandung pengertian kampung para perompak.

Namun, saat ini Pulau Dompak tidak lagi menjadi sarang perompak dan tidak lagi hanya sebuah desa. Tetapi, menjadi pusat destinasi wisata baru bagi masyarakat kota Tanjungpinang dan pusat pemerintahan Provinsi Kepri.

Baca juga: BPS Catat, IHK Dua Kota di Kepri Alami Inflasi pada September 2021

Ari, salah satu masyarakat kota Tanjungpinang yang menghabiskan waktu sore dengan joging di sepanjang jembatan yang menghubungkan kota Tanjungpinang dan pulau Dompak ini, menceritakan, selain jembatan I Dompak, Tugu Provinsi Kepri, Tugu Asmaul Husna, Stadion Sri Buana, Monumen Tri Matra, Mesjid Raya Dompak juga terdapat Pantai Tanjung Setumu dan pusat kuliner jajanan baik Seafood maupun jajanan lainnya yang ada di pulau Dompak ini.

"Biasanya weekend pasti joging di sekitaran jembatan Dompak sampai Tugu Provinsi disana, selain suasananya asik dan juga pemandangan sorenya bagus ,'' ujar Ari, Selasa (19/10/2021).

Ari menuturkan, yang biasa menghabiskan waktu weekend untuk berolahraga dan bersantai, pulau Dompak dikatakan sangat nyaman dan tenang.

"Apalagi sekarang sudah bagus jembatannya sudah di cat sehingga lebih indah. Mumpung besok libur, ya olahraga joging disini ," tegas Ari.

Senada dengan Ari, Wulan salah satu ibu rumah tangga juga sangat senang dengan adanya pusat Wisata di Dompak ini .

"Biasanya bawa anak-anak main di tugu Provinsi itu, tapi semenjak dibukanya Monumen Tri Matra di depan Stadion Sri Buana ya bawa anak-anak main disana sambil edukasi mereka tentang pesawat ,kapal dan tank," ucap Wulan yang saat itu berfoto di monumen Tri Matra.

Sebelumnya, Monumen Tri Matra diresmikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM beberapa waktu lalu.

Dibangunnya Monumen Tri Matra ini merupakan keterpaduan sebagai simbol keterpaduan 3 matra adalah money investasi TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

"Yang mana dengan adanya monumen ini menjadi monumen yang dapat bermanfaat bagi semua masyarakat Kepri," ujar Panglima TNI saat peresmian.

Lihat juga:
Dimasanders Oknum Dokter Cabul, Jaksa Tuntut Hanya Selama 14 Bulan
Komunitas Harley Davidson Berbagi 1.945 Paket Sembako di Hari Kemerdekaan
Penerapan PPKM Darurat, Kapolda Kepri Salurkan Bantuan Sosial
Maret 2021, Kepri Alami Kenaikan Jumlah Penduduk Miskin Naik 6,12 Persen
BPS: Juni 2021, Ekspor Kepri Naik 2,81 Persen
Ansar: Pemprov Kepri Bakal Evaluasi Pelaksanaan Tracing dan Testing

Editor: Firmanto

1 komentar: