Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Minyak, Disperindag Kepri: Pastikan Cari Penyebabnya

Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Minyak, Disperindag Kepri: Pastikan Cari Penyebabnya
Ilustrasi. Minyak goreng curahan mengalami kenaikan di Kepri. (Foto: istimewa)

TANJUNGPINANG (KEPRI) - Forumpublik.com | Harga minyak goreng di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengalami lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut cukup signifikan berkisar Rp 3000 hingga Rp 5000 per kilogramnya.

Akibat kenaikan harga minyak goreng tersebut, membuat resah warga masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan para pedagang makanan.

Herika salah satu ibu rumah tangga mengatakan, harga minyak goreng ini sudah berlangsung sekitar sepekan belakangan.

Melansir dari Kumparan, Herika menuturkan, harga minyak goreng ini cukup terasa apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini.

"Sehari-harinya saya menggunakan minyak goreng kemasan yang dibeli di swalayan. Biasa di hari normal harga minyak goreng kemasan berkirsar Rp 11 ribu sampai Rp 13 ribu per kilogram atau per liter. Sekarang naik mulai dari Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu," ucapnya, di kota Tanjungpinang pada Rabu (20/10/2021).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Burhanuddin, memastikan akan mencari tahu penyebab utama kenaikan harga minyak goreng yang terjadi di Provinsi Kepri.

"Kita akan turun langsung mengecek penyebab kenaikannya, karena untuk kenaikan harga minyak goreng ini banyak faktor yang bisa mempengaruhi," jelas Burhanuddin di Tanjungpinang, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: BPS Catat, IHK Dua Kota di Kepri Alami Inflasi pada September 2021

Burhanuddin menuturkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak goreng ini bisa dari kenaikan harga minyak dunia, ketersediaan stok minyak di gudang, pasokan minyak hingga harga sawit dan lainnya.

"Sehiga kita akan selidiki dulu penyebabnya, setelah itu kita akan cari solusi," tegas Burhanuddin.

Namun begitu, Burhanuddin memastikan untuk minyak goreng curah kenaikan harga bisa dipastikan tidak akan melebihi Harga Enceran Tertinggi HET nya sebesar Rp 12.500,-. Karena telah ada aturan yang ditetapkan pemerintah terkait hal itu.

"Sedangkan untuk minyak goreng kemasan, beda-beda kemasan tentu harganya bervariasi tergantung dari produsennya, kita tidak bisa mengaturnya," jelas Burhanuddin kembali.

Sebelumnya, harga minyak goreng di sejumlah warung dan pasar swalayan di ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinang mengalami kenaikan Rp 3000,- hingga Rp 5000,- per kilo.

Kenaikan harga minyak goreng ini telah meresahkan masyarakat khususnya Ibu Rumah Tangga untuk bahan masakan setiap harinya.

Lihat juga:
Dimasanders Oknum Dokter Cabul, Jaksa Tuntut Hanya Selama 14 Bulan
Komunitas Harley Davidson Berbagi 1.945 Paket Sembako di Hari Kemerdekaan
Penerapan PPKM Darurat, Kapolda Kepri Salurkan Bantuan Sosial
Maret 2021, Kepri Alami Kenaikan Jumlah Penduduk Miskin Naik 6,12 Persen
BPS: Juni 2021, Ekspor Kepri Naik 2,81 Persen
Ansar: Pemprov Kepri Bakal Evaluasi Pelaksanaan Tracing dan Testing

Editor: Firmanto

0 komentar:

Post a Comment