Sebelumnya, rencana ini ditujukan untuk memperkuat bisnis mortgage insurance (asuransi KPR).
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pihaknya lebih memprioritaskan fokus kerja yang lain.
"Ini fokusnya lagi banyak aja ya. Fokusnya lagi banyak," kata Nixon saat ditemui di Gedung DPR, Senin (6/4/2026).
Selain itu, ia mengisyaratkan bahwa situasi saat ini kurang mendukung untuk prospek bisnis asuransi. Kemudian, adanya rencana BPI Danantara membentuk holding asuransi BUMN.
"Kita lihat, pasti akan ada penggunaan asuransi BUMN. Karena udah ada BUMN, udah ada holding asuransi," ucap Nixon.
Namun, ia tidak menutup sepenuhnya opsi akuisisi perusahaan asuransi itu. Nixon mengatakan bahwa saat ini opsi itu tidak tepat dilakukan tahun ini.
"Nggak tahun ini. [Tahun depan] kita belum tahu," imbuhnya.
Sebelumnya, Nixon sempat mengungkapkan rencana BTN untuk melakukan ekspansi bisnis melalui pembentukan anak usaha. Bank pelat merah spesialis perumahan ini berencana hendak mendirikan anak usaha asuransi umum dengan modal sekitar Rp250 miliar, dengan target berdiri pada semester II-2026.
Ia menyebut rencana tersebut bermula dari inisiatif dana pensiun dan yayasan BTN yang mendirikan perusahaan asuransi Asuransi Binagria Upakara.
Tetapi dengan adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mewajibkan pemenuhan modal minimum asuransi sebesar Rp1 triliun pada 2028, manajemen Binagria Upakara mengajukan permohonan kepada BTN untuk mengakuisisinya.
Ia menyebut Asuransi Binagria Upakara memiliki kinerja keuangan yang solid, terlihat dari rasio profitabilitas dan tingkat klaim yang relatif rendah.
Sumber: CNBC Indonesia
