Titik Transit "Ekspedisi Siluman" di Pelabuhan Tikus Jembatan 6, Bea Cukai: Akan Kami Tindaklanjuti

Manto
29 August 2026 | August 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T15:18:07Z
Titik Transit "Ekspedisi Siluman" di Pelabuhan Tikus Jembatan 6, Bea Cukai: Akan Kami Tindaklanjuti
Ilustrasi. KPU Bea dan Cukai Batam. (Foto: Dok. Bea dan Cukai Batam)

Batam - Forumpublik.com | Bea dan Cukai Batam akan menindak dugaan titik transit "ekspedisi siluman" yakni penyelundupan barang kepabeanan ke luar daerah Batam, untuk menghindari bea masuk dan pajak, di pelabuhan tikus di kawasan Jembatan 6 Barelang yang diketahui milik AK.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam Setiawan Rosyidi menyampaikan, segala bentuk kegiatan yang melanggar ketentuan kepabeanan tentu tidak dapat ditolerir.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih atas informasi segala kegiatan yang melanggar ketentuan kepabeanan.

"Tentunya setiap informasi yang kami terima kami tindaklanjuti dengan langkah-langkah dan tahapan-tahapan terlebih dahulu. Melalui tahapan analisis, pendalaman, penelusuran lapangan hingga strategi penindakannya," kata Setiawan pada media ini, di Batam, Sabtu (29/8/2026).

Ia juga menegaskan, segala bentuk kegiatan yang melanggar ketentuan kepabeanan tentu tidak dapat ditolerir.

"Informasi dugaan penyelundupan barang kepabeanan ini, akan kami teruskan ke unit pengawasan untuk mendapatkan perhatian dan dilakukan langkah-langkah pendalaman, untuk penindakan nantinya," pungkasnya.


Sebagai informasi, pelabuhan tikus Jembatan 6 Barelang, yang diduga milik AK, sebagai titik transit "ekspedisi siluman" kembali berdenyut sebagai lokasi diduga digunakan untuk keluar masuk barang tanpa dokumen resmi.

Modusnya klasik namun fatal, yakni menyelundupkan barang kepabeanan ke luar daerah untuk menghindari bea masuk dan pajak, yang menyebabkan kerugian negara.

Adapun praktek aktivitasnya, yakni bongkar muat ilegal dari truk ke kapal-kapal kayu.

Diketahui, sosok atas kebangkitan pelabuhan ini tak lepas dari peran pria berinisial TS di balik layar yang kini memegang kendali.

TS sendiri di dunia gelap perbatasan, bukan anak kemarin sore. Ia adalah "rahasia umum" sekaligus pemain kakap yang sebelumnya dikenal luas sebagai penguasa jalur distribusi rokok dan minuman keras (miras) ilegal di wilayah Riau.

Jaringannya menggurita, menjadikannya sang maestro pengendali jalur laut penyelundupan di teritor wilayahi Riau dan Kepulauan Riau.

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pengangkutan barang dari mobil ke kapal kayu.

Barang yang diangkut diduga berupa barang jastip atau barang-barang paket yang dikemas bersama barang kebutuhan pokok atau sembako.

Seorang warga setempat mengungkapkan, aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut diduga berlangsung hampir setiap malam.


Warga tersebut menyampaikan, praktik penyelundupan ini bongkar muatnya ada sebagian dari warga.

“Infonya hampir setiap malam mereka bongkar muat di Pelabuhan Pak Akau. Sebab buruh angkutnya sebagian dari warga sini,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, barang yang diturunkan dari truk umumnya berupa paket dan barang kebutuhan pokok.

“Barang-barang yang dibongkar dari mobil truk itu semacam barang paket dan barang sembako,” tambahnya.

Akibat kegiatan dugaan ilegal ini, publik menyampaikan dapat menyebabkan negara kehilangan potensi pendapatan besar dari Bea Masuk, Bea Keluar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).

"Hal ini juga memicu persaingan tidak sehat yang mematikan produsen dan pengusaha lokal legal yang taat pajak, juga berpotensi mengganggu neraca perdagangan resmi dan dapat berdampak pada keamanan dan kesehatan masyarakat," ujar Arto selaku warga Batam, Rabu (26/8/2026).

Publik kini menanti, apakah aparat akan bertindak memberantas para penyelundup ini, atau justru kembali menutup mata.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Titik Transit "Ekspedisi Siluman" di Pelabuhan Tikus Jembatan 6, Bea Cukai: Akan Kami Tindaklanjuti

Trending Now