![]() |
| Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengungkap adanya kemajuan struktural dalam upaya meredakan ketegangan dengan AS. (Foto: WANA News) |
Sebelumnya pada Senin (2/2/2026) Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah mengusulkan untuk memindahkan kelebihan uranium yang diperkaya dari Iran sebagai salah satu opsi untuk meredakan kekhawatiran terkait program nuklir Iran.
Larijani menyampaikan pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Iran dapat menyetujui transfer uranium yang telah diperkaya ke Rusia, tulis The New York Times.
Iran juga dilaporkan siap untuk mengurangi atau menangguhkan program nuklirnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat, tetapi lebih memilih pembentukan konsorsium regional untuk produksi energi nuklir.
Pada 30 Januari, Larijani mengunjungi Moskow dan bertemu dengan Putin untuk membahas perluasan hubungan bilateral dan isu-isu yang berkaitan dengan Timur Tengah.
Pada Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju ke Iran.
Trump menambahkan bahwa ia berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang “adil dan seimbang” yang mencakup pengabaian total terhadap senjata nuklir.
Presiden AS itu memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.
(Sputnik/RIA Novosti)
