Iran Umumkan untuk Kapal Komersial, Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Manto
18 April 2026 | April 18, 2026 WIB Last Updated 2026-04-18T08:06:49Z
Iran Umumkan untuk Kapal Komersial, Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
Tentara Angkatan Laut Iran di atas kapal cepat bersenjata di Teluk Persia dekat Selat Hormuz sekitar 1320 km (820 mil) selatan Teheran, 30 April 2019. (Foto: Morteza Nikoubazl | Nurphoto | Getty Images)

Jakarta - Forumpublik.com | Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz akan dibuka secara penuh selama gencatan senjata berlangsung.

Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.

"Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa," kata Araghchi melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menlu Iran mengatakan bahwa jalur perkapalan yang dibuka adalah sesuai koordinasi sebagaimana diumumkan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.

Merespons pengumuman Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apresiasi atas keputusan Teheran tersebut.

"Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran terbuka sepenuhnya dan siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!” kata Trump dalam kirimannya di platform Truth Social dengan menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Iran".


Tetapi, selang beberapa saat, Presiden Trump menyampaikan lagi di Truth Social bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan blokadenya terhadap pelabuhan Iran hingga negosiasi dengan negara tersebut selesai sepenuhnya.

"Blokade laut akan tetap diberlakukan secara penuh terhadap Iran, hingga saat di mana transaksi dengan Iran 100 persen selesai," kata Trump dalam kiriman berikutnya itu.

Namun demikian, Trump optimistis bahwa langkah tersebut tak akan berlangsung lama, mengingat “sebagian besar dari poin perundingan telah dinegosiasikan,”.

Adapun AS dan Iran telah melakukan negosiasi putaran pertama pada Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Citra satelit memperlihatkan, kapal induk USS Abraham Lincoln telah bersiaga di bagian timur Teluk Oman, sekitar 200km sebelah selatan perairan Iran, sejak Sabtu (11/04).


Selain menempatkan kapal induk, militer AS mengerahkan dua kapal perusak yang mengangkut rudal kendali.

Namun, pada Minggu pagi (12/4), Wakil Presiden AS J. D. Vance, selaku ketua delegasi AS, menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS kembali tanpa hasil.

Menyusul gagalnya negosiasi awal, Trump mengerahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz.

Pada Senin (13/04), militer Amerika Serikat mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran guna membuka Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa blokade tersebut dilaksanakan atas perintah Presiden Donald Trump. Operasi ini bertujuan mencegah kapal-kapal berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Omandi sebelah timur Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran telah memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan tersebut yang akan aman apabila keamanan Iran terancam.

Berdasarkan pemberitahuan yang dikeluarkan CENTCOM kepada para pelaut dan dilaporkan oleh kantor berita Reuters, kapal yang masuk atau meninggalkan wilayah yang diblokade tanpa izin akan dicegat, dialihkan, hingga ditahan.

Meski demikian, kapal pengangkut makanan dan obat-obatan tetap diizinkan melintas, dengan catatan harus melalui proses pemeriksaan.

Sementara menurut pemberitaan Axios, dikutip RIA Novosti, babak kedua negosiasi antara AS dan Iran akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Minggu (19/4).

Kemudian pada Kamis, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari menyusul pembicaraan antara delegasi Lebanon dan Israel yang dimediasi AS di Washington DC.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam pemberlakuan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah para perunding dari kedua pihak gagal mencapai kesepakatan di Islamabad untuk mengakhiri perang.

"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapat jalur aman di laut lepas," tulis Trump di Truth Social.

Dia juga menyatakan bahwa AS akan terus membersihkan ranjau di Selat Hormuz guna menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal sekutu.

Militer AS, tambahnya, berada dalam posisi "siap tempur" dan siap melanjutkan serangan terhadap Iran pada "waktu yang tepat".

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Iran Umumkan untuk Kapal Komersial, Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Trending Now