Riau Terima Vaksin COVID-19 Lewat Jalur Darat Tahap Pertama

Riau Terima Vaksin COVID-19 Lewat Jalur Darat Tahap Pertama
Ilustrasi. Vaksin Oxford / AstraZeneca saat ini sedang dalam tahap pengujian akhir. (Foto: OXFORD UNIVERSITY/JOHN CAIRNS/BBC)

DUMAI (RIAU) - Forumpublik.com | Pemerintah Provinsi Riau akan menerima 20.000 vaksin COVID-19 tahap pertama dari Pemerintah Pusat. Vaksin itu akan tiba di Bumi Lancang Kuning, Riau, Senin (4/1/2020).

Mimi Yuliani Nazir Kepala Dinas Kesehatan Riau mengatakan, terkait kesiapan untuk menerima kiriman Vaksin COVID-19 tahap pertama dari Pemerintah Pusat, sudah ada tempat penyimpanan dan untuk pendistribusian bantuan Vaksin tersebut.

"Insya Allah, sudah kita siapkan tempat dan jadwalnya. Besar kemungkinan Senin besok sore kita perkirakan sampai dan menerimanya di Riau," kata Mimi.

Masih kata Mimi, bahwa vaksin tersebut dikirim pemerintah pusat melalui PT Bio Farma (Persero) lewat jalur darat.

"Ada sekitar 20.000 vaksin yang akan kita terima nantinya dari pemerintah pusat," sebut Kadiskes Riau tersebut.


Lanjtnya mengatakan, begitu sampai di Riau, kita akan menitipkan vaksin langsung pada Unit Pelayanan Teknis (UPT) Instalasi Farmasi dan Logistik Kesehatan Dinas Kesehatan Riau di Jalan Kesehatan, Kota Pekanbaru.

"Selanjutnya, baru vaksin didistribusikan ke 12 kabupaten dan kota di Riau," kata Mimi.

Kadinkes Riau itu juga menginformasikan jika jatah vaksin untuk Provinsi Riau sekitar 70 persen untuk penduduk. Ini baru kiriman pertama dari pemerintah pusat. Kita sebagai penerima tetap mengikuti pada skala prioritas yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan.

"Artinya, ada sekitar 4 juta vaksin yang akan diterima Provinsi Riau. Prioritas penerima vaksin COVID-19, sesuai dengan keputusan Kementerian Kesehatan, yakni tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan pelayan publik," papar Mimi.

"Kita akan terus tetap berupaya agar semua di Vaksin COVID-19 sebagai acuan dari instruksi pemerintah secara gratis tanpa ada pungutan biaya apapun sesuai pidatonya Bapak Presiden Jokowi," tutup Mimi.

Lihat juga:

loading...

0 komentar:

Post a comment