![]() |
| Ilustrasi. Serangkaian ledakan akibat roket Iran menghantam Yerusalem Barat, melukai enam orang (Istockphoto/ RamonCast) |
Beberapa saat sebelumnya dilaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi dan ledakan terdengar di atas Yerusalem Barat setelah militer Israel menyatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel.
"Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer Israel, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat perlindungan, Minggu (1/3/2026).
Hingga saat ini Iran terus meluncurkan serangannya ke Israel. Belum diektahui apakah ada korban jiwa dalam serangan ke Kota Yerusalem.
- Baca: Pascaserangan ke Iran, Israel Tutup Semua Perbatasan Palestina dan Memperketat Pos Pemeriksaan
Diduga, serangkaian ledakan imbas roket Iran yang menembus wilayah Israel.
Beberapa dari roket itu berhasil melewati sistem pertahanan dan menghantam sejumlah wilayah di Yerusalem barat.
"Beberapa waktu yang lalu, [militer Israel] mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran. Sistem pertahanan telah dioperasikan untuk mengintersep ancaman," demikian pernyataan militer Israel (IDF) seperti dikutip dari AFP.
Salah seorang petugas ambulans di Yerusalem Barat mengaku setidaknya ada enam orang yang terluka imbas ledakan roket Iran.
"Di wilayah Yerusalem, petugas EMT dan paramedis MDA memberikan perawatan medis kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahun dalam kondisi sedang, dan 5 orang dalam kondisi ringan," demikian pernyataan MDA.
Diketahui akhir pekan lalu, Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran. Dalam salah satu serangan roket itu disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2/2026) dan Minggu (1/3/2026). Pada Sabtu (28/2/2026), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.
Sementara itu dalam pernyataan yang dilansir AFP, Senin (2/3/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan mereka telah berhasil menghancurkan markas besar pasukan militer Negara Para Mullah alias Garda Revolusi Iran (IRGC).
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat.
"Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar," demikian pernyataan CENTCOM.
Sumber: CNN Indonesia
