P3AP2KB: Ponsel Picu Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Perempuan di Kepri

P3AP2KB: Ponsel Picu Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Perempuan di Kepri
Ilustrasi. Kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan yang meningkat selama pandemi COVID-19 disebabkan penggunaan ponsel yang tidak tepat.(Fhoto: Leon Seibert on Unsplash)

TANJUNGPINANG (KEPRI) - Forumpublik.com | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) sampaikan, kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan yang meningkat selama pandemi COVID-19 disebabkan penggunaan ponsel yang tidak tepat.

Kepala Dinas (Kadis) P3AP2KB Kepri Misni mengatakan, salah satu pemicu kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan disebabkan penggunaan fasilitas internet dan aplikasi pada ponsel cerdas yang tidak tepat.

"Hasil penelitian kami, kasus kekerasan seksual kerap dimulai dari ponsel cerdas. Komunikasi antara pelaku dengan korban melalui sejumlah media sosial," katanya di Tanjungpinang, Rabu (08/12/2021).

Tahun 2021, sebanyak 256 orang anak di Kepri menjadi korban kekerasan, terdiri dari 181 perempuan dan 75 laki-laki.

"Dari 256 orang korban, 160 orang di antaranya menjadi korban kekerasan seksual. Kasus itu paling banyak terjadi di Batam sebanyak 81 kasus, dan Tanjungpinang 35 kasus," jelas Misni.

Baca juga: Jaksa Dakwa Catur Dewi alias Eliza yang Mengaku Pejabat Lelang di KPKNL, Tipu para Korban Hingga Ratusan Juta

Ia mengatakan bahwa para korban merupakan siswa TK 5 orang, SD 86 orang, SMP 84 orang, SMA 41 orang. Bahkan ada 24 orang anak-anak yang belum bersekolah pun menjadi korban kekerasan.

"Ada 197 kasus dengan jumlah korban terbanyak di Batam mencapai 111 orang," ungkapnya.

Sementara di Kota Tanjungpinang tercatat 61 kasus, dengan jumlah korban 71 orang. Di Kabupaten Karimun terdapat 15 kasus dengan jumlah korban 15 orang.

Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Bintan 15 kasus, dengan jumlah korban 19 orang.

"Di Anambas tercatat 9 kasus dengan 9 korban. Kabupaten Lingga 8 kasus dengan jumlah korban 8 orang, sedangkan di Natuna 16 kasus dengan jumlah korban 23 orang," jelasnya.

Tahun 2019 atau sebelum pandemi COVID-19, kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 240 orang, didominasi kekerasan psikis 57 orang dan kekerasan seksual 55 orang.

Sementara saat pandemi COVID-19 tahun 2020, kasus kekerasan pada anak turun menjadi 237 orang, didominasi kekerasan seksual 118 orang, dan kekerasan fisik 80 orang.

"Kami minta agar para orang tua meningkatkan pengawasan dan perhatian kepada anak-anaknya untuk mencegah terjadi kekerasan terhadap mereka," himbau Misni.

Lihat juga:
Tim Tabur Kejagung Tangkap DPO Agus Mulyana, Terpidana Korupsi Pengadaan Listrik Bandara Hang Nadim 2011-2012
Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Minyak, Disperindag Kepri: Pastikan Cari Penyebabnya
'Dompak' Dahulu Kampung Para Perompak, Sekarang Pusat Destinasi Wisata Baru Tanjungpinang
Samuel Jason Atlet Taekwondo Kepri Sumbang Medali Perunggu
BPS Catat, IHK Dua Kota di Kepri Alami Inflasi pada September 2021

Editor: Firmanto

0 komentar:

Post a Comment