Agrinas Ungkap Anggaran Bangun Satu Gedung Kopdes Merah Putih Rp1,6 M

Manto
18 November 2025 | November 18, 2025 WIB Last Updated 2025-11-18T16:21:24Z
Agrinas Ungkap Anggaran Bangun Satu Gedung Kopdes Merah Putih Rp1,6 M
Ilustrasi. Desain bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, satu gerai Kopdes Merah Putih membutuhkan anggaran Rp1,6 miliar. Sumber: paparan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (18/11/2025). (Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen)

Jakarta - Forumpublik.com | PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mengatakan pembangunan satu gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) membutuhkan anggaran Rp1,6 miliar.

Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan anggaran sudah mencakup untuk berbagai fasilitas di dalam koperasi.

"Satu gedung ini kita menganggarkan Rp1,658 miliar atau kurang lebih sekitar Rp2.938.000 per meter persegi untuk seluruh Indonesia," kata Joao dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025), dilansir cnnindonesia.

Menurut Joao, angka Rp1,6 miliar itu wajar. Jika menggunakan berbagai indeks di daerah, justru membuat biaya melonjak.

"Kalau menggunakan indeks untuk membangun gerai-gerai ini, itu kira-kira memerlukan anggaran sekitar Rp600 triliun karena di Papua itu anggaran per meternya itu sekitar Rp24 ribu. Di daerah-daerah Sumatera atau di daerah-daerah NTT itu bisa sekitar Rp12 ribu di daerah-daerah tertentu. Hanya di Jawa yang sekitar Rp1 juta," terangnya.


Joao mengatakan pembangunan sudah dimulai sejak 17 Oktober 2025. Hingga saat ini sebanyak 1.200 titik tengah dilakukan pembangunan.

Ia menargetkan sekitar 2.930 titik per hari akan dibangun. Bangunan koperasi seluas 20x30 meter di mana 6 x 17 meter akan digunakan sebagai gerai toko.

"Kemudian di dalam gerai toko itu ada juga 3,5 x 10 (meter) itu untuk klinik desa di mana nanti bisa digunakan oleh bidang walaupun dokter-dokter yang ada di desa. Selain itu juga ada gudang seluas, gudang khusus untuk pupuk sekitar 4x6 (meter) itu di luar daripada gudang untuk bahan-bahan pokok yang akan dijual di koperasi," katanya.


Terlalu Mewah, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI-P Kritik

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-P, Mufti Aimah Nurul Anam mmengkritik anggaran tersebut. Ia menilai rancangan bangunan senilai Rp1,6 miliar untuk satu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terlalu mewah.

"Saya melihat, mengamati tentang konsep total ruang yang dibuat oleh Pak Direktur Agrinas. Bagi saya ini pemborosan biaya Pak. Rp1,6 miliar untuk target storage, untuk masalah tempat penjualan atau lokal di desa itu.. ini bagus, tapi terlalu mewah bagi saya kalau untuk tingkat desa, apalagi wujud yang ingin kita lakukan itu adalah koperasi Pak," kata Mufti dalam kesempatan yang sama.

Mufti juga mempertanyakan efektivitas desain ruangan jika nantinya digunakan untuk penyimpanan hasil pangan yang mudah rusak.

"Nah, sekarang tata ruang yang ada Rp1,6 miliar ini kan yang akan ditampung itu adalah pangan, hasil pangan. Nah kalau bicara hasil pangan, dalam waktu 2 hari saja sudah membusuk. Nah kalau dibuat konsepnya seperti ini, jangan sampai 2 hari Pak, sehari sudah busuk Pak," ujarnya.

Menurut Mufti, kebutuhan utama koperasi desa justru ruang pendingin. "Jadi interior daripada ruangan itu harus cold storage, pendingin Pak. Ruang pendingin yang harus ada di dalam, bukan konsep seperti ini," lanjut dia.

Ia meminta agar desain bangunan dipangkas menjadi lebih sederhana agar efisiensi anggaran tercapai.

"Nah daripada anggaran itu Rp1,6 miliar, mendingan Bapak buat budget Rp500 juta, target pencapaiannya bisa lebih maksimal, konsepnya lebih diminimalis, jangan terlalu sebesar ini. Karena cost anggaran itu saya lihat, untuk target maksimal yang dicapai, itu nggak bisa tercapai Pak, dengan anggaran seperti itu," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut cold storage akan ditempatkan di tiap koperasi pada akhir tahun ini.

"Pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih telah dimulai tahun ini. 80 ribu koperasi telah dibentuk," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (15/8/2025).

"Dan pada akhir 2025 ini tiap koperasi akan memiliki gudang yang akan memiliki cold storage," dia menambahkan.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menugaskan Agrinas membangun fisik Kopdes Merah Putih dengan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang diteken Kepala Negara pada 22 Oktober 2025, dengan menugaskan Agrinas untuk melaksanakan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih.

Berdasarkan salinan dokumen Inpres, instruksi itu ditujukan kepada 14 kementerian/lembaga (K/L), termasuk Menteri koordinator Pangan, Menteri Keuangan, Kepala BUMN, Kepala BP Danantara dan Direktur Agrinas. “Menugaskan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk melaksanakan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” demikian bunyi poin kelima dari aturan tersebut.

Selain itu, dalam instruksinya, Presiden juga meminta dukungan untuk mengalokasikan dan menggunakan anggaran untuk kegiatan percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Kopdes Merah Putih. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca juga:
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Agrinas Ungkap Anggaran Bangun Satu Gedung Kopdes Merah Putih Rp1,6 M

Trending Now