![]() |
| Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (Foto: CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
Jaminan tersebut diberikan di tengah ketegangan geopolitik yang masih terjadi di kawasan Timur Tengah. Subsidi jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite hingga akhir 2026.
"Untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman, jadi ini sudah masuk dalam buffer," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko bidang Ekonomi, Jakarta, dikutip Rabu (6/8/2026).
Menurutnya, APBN tetap berfungsi sebagai shock absorber dalam menahan lonjakan harga minyak, di mana rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang Semester I-2026 mencapai USD90,46 per barel, jauh di atas asumsi APBN.
"Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran," ucap Airlangga.
Airlangga menuturkan hal ini merupakan arahan dari Presiden.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga akan mengurangi ketergantungan akan impor solar melalui kebijakan program biodiesel B50.
Ini adalah bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi.
Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar ketahanan energi nasional tetap dijaga di tengah ketidakpastian akibat konflik di kawasan Selat Hormuz. Konflik tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.
Airlangga menjelaskan salah satu langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan energi adalah melalui penerapan program biodiesel B50. Kebijakan tersebut membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar.
"Dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor Solar. Dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50," tutup Airlangga.
Saat ini harga Pertalite ditetapkan sebesar Rp 10.000/liter. Terakhir kali harga Pertalite naik adalah pada September tahun 2022, di mana harga Pertalite naik dari Rp 7.650/liter menjadi Rp 10.000/liter.
