Di Tengah Paparan Kabut Asap, Berikut Komsumsi Makanan Sehatkan Paru

Di Tengah Paparan Kabut Asap, Berikut Komsumsi Makanan Sehatkan Paru
Ilustrasi. Kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan (Poto: Ethicsdaily/Jim Ball)

Forumpublik.com
--
 Kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan dan paru-paru. Kabut asap membuat paru-paru menghirup gas dan partikel yang berbahaya.

Akibat kebakaran hutan, masalah kabut asap yang sudah berbulan-bulan semakin mengkhawatirkan hingga saat ini. Setiap hari ribuan warga harus menghirup udara yang tak bersih, ratusan warga terserang ISPA dan pneumonia, bahkan mulai memakan korban jiwa.

Menghirup udara yang tercemar setiap hari tentu bukanlah sesuatu yang baik bagi kesehatan tubuh. Udara penuh dengan partikel dan gas yang dihasilkan dari pembakaran hutan. Partikel dan gas yang terkandung diantaranya adalah nitrogendioksida, sulfurdioksida, dan ozon yang terkandung dalam kabut asap.

Jika partikel dan gas tersebut terhirup, maka bisa menyebabkan iritasi di saluran pernapasan. Akibatnya, terjadi pembengkakan atau peradangan saluran napas yang merangsang produksi dahak.

Dalam kabut asap mengandung partikel m10 yang bersifat karsinogen. "Karsinogen itu bahan yang berpotensi kanker. Artinya, orang yang terpajan karsinogen bisa berisiko. Tetapi, sampai saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa terpajan kebakaran asap menyebabkan kanker," terang Agus di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, melansir dari laman lifestyle.kompas, Minggu (22/09/19).

Agus menjelaskan, untuk menjadi kanker paru butuh paparan karsinogen dalam waktu bertahun-tahun dan terjadi secara kontinyu, seperti pada seorang perokok. Sedangkan dalam kasus kabut asap, warga tentunya tak lagi terpapar karsinogen jika bencana kabut asap berakhir. Sebab, tubuh memiliki kemampuan untuk membersihkan paru ketika kembali menghirup udara segar.

"Secara fisiologi, tubuh punya kemampuan untuk membersihkan. Kalau orang-orang menghirup udara kotor, besoknya (menghirup) udara bersih, maka pembersihan tubuh akan bekerja," jelas Agus.

Agar kesehatan paru-paru tetap terjaga, sejumlah makanan yang bernutrisi tinggi dapat dikonsumsi. Makanan-makanan ini dapat menjaga paru-paru agar tak mudah alami peradangan akibat racun kabut asap.

Mengutip dari CNN, Minggu (22/09/19), berikut 7 makanan yang dapat menjaga kesehatan paru-paru akibat kabut asap.

1. Apel
Buah apel mengandung asam fenolik dan flavonoid yang bermanfaat untuk mengurangi peradang di saluran pernapasan. Penelitian menunjukkan konsumsi buah apel setiap hari dapat mencegah penyakit saluran pernapasan seperti asma dan sesak napas.

2. Bawang putih
Bawang putih memiliki sifat anti-inflamasi dan melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas di paru-paru. Dikutip dari The Healthy, studi yang dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan orang yang makan bawang putih memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker paru-paru.

3. Jeruk
Jeruk dan buah lain yang kaya akan vitamin C seperti pepaya, kiwi, dan beri dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu mempercepat pemulihan. Buah-buahan ini juga mengandung antioksidan yang dapat melawan paparan gas berbahaya dari kabut asap.

4. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan paru-paru. Studi menunjukkan asam lemak dari ikan ini dapat mengurangi peradangan dan melawan bakteri di paru-paru.

5. Bayam
Bayam dan sayuran berdaun hijau kaya akan vitamin dan mineral. Bayam mengandung fitokimia yang dapat mencegah kerusakan oksidatif, mengurangi peradangan, dan melawan kanker. Konsumsi bayam setiap hari dapat meningkatkan imun dan melindungi paru-paru dari racun berbahaya seperti kabut asap.

6. Teh hijau
Segelas teh hijau panas dapat membantu meredakan gejala kesehatan terkait saluran pernapasan. Teh hijau yang kaya akan antioksidan dapat menjadi antihistamin alami. Antihistamin merupakan kelompok obat yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi dan juga gejala penyakit saluran pernapasan.

7. Kacang
Kacang-kacangan kaya akan vitamin E yang juga dapat membantu mengurangi peradangan. Kacang juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh menghirup oksigen lebih banyak. Suplai oksigen yang lebih banyak membuat paru-paru dapat bekerja lebih baik.

Konsumsi makan-makanan yang bergizi ditambah asupan air putih yang cukup dapat menjaga kesehatan paru-paru saat kabut asap akibat karhutla melanda.

Lihat juga:
Berikut Kenali Mamfaat Terapi Lintah dan Efek Sampingnya
Jenis Bunga yang Dapat Dikonsumsi dan Bermanfaat untuk Organ Tubuh
Berikut Ragam Objek Wisata yang Menyerupai Lokasi Film Fiksi Sains
Lokasi Olahraga Paralayang yang Memiliki Pemandangan Spektakuler di Dunia
Mamfaat dan Cara Menggunakan Minyak Kelapa untuk Kulit Sehat dan Cantik
Belenggu Kehidupan Keluarga Pramoedya di Balik 'Bumi Manusia'

(Fp/CNN/ptj/ayk)

loading...

0 komentar:

Post a comment