Rencana New Normal Berlaku 15 Juni, Rudi Paparkan Kesiapan Batam pada Kapolda Kepri

Rudi Paparkan Kesiapan Batam Sambut New Normal kepada Kapolda Kepri
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri kegiatan silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman yang baru dilantik awal Mei lalu ini yang berlangsung di Mapolresta Barelang, Rabu (27/5/20). (Foto: mediacenter.batam/Forumpublik.com)

BATAM (KEPRI) - Forumpublik.com |
 Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri kegiatan silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman.

Silaturahmi dengan Kapolda yang baru dilantik awal Mei lalu ini berlangsung di Mapolresta Barelang, Rabu (27/5/20).

Pada kesempatan silaturahmi tersebut, Wali Kota menjelaskan kondisi Batam secara singkat. Terutama situasi di masa pandemi corona virus disease (Covid-19).

“Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) di Batam kompak Pak Kapolda. Di Batam kita bersatu. Di masa pandemi ini, kita sudah menjalankan apa yang diatur Menteri Kesehatan tentang penanganan Covid-19,” ujar Rudi yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini.

Saat ini, sambungnya, Kota Batam sedang mempersiapkan pelaksanaan tatanan hidup baru atau new normal.

Rencananya new normal tersebut mulai berlaku mulai 15 Juni mendatang.

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat yang menjadikan Kepri sebagai proyek percontohan bersama Bali dan Yogyakarta.

Baca juga: Juni 2020 Pemkot Tanjungpinang akan Cairkan BLT

Khususnya di sektor kepariwisataan, mengingat Batam sebagai bagian dari Kepri menjadi tiga besar daerah penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Rudi mengatakan mulai 15 Juni nanti, seluruh kegiatan ekonomi akan dibuka kembali.

Namun tetap wajib menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, menyiapkan hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing.

“Waktunya tinggal 14 hari lagi untuk mensterilkan jelang new normal. Yaitu melalui pembatasan aktivitas masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan. Untuk pengawasan, personel Satpol PP dan Ditpam kurang kuat. Maka butuh bantuan TNI-Polri,” tuturnya.

Ia juga memaparkan dukungan pihak lain dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Batam.

Banyak bantuan yang diberikan pengusaha dan masyarakat umum, bahkan dari negara tetangga agar Covid-19 di Batam segera terselesaikan.

Bantuan yang diterima Batam beragam fungsi. Mulai dari alat uji laboratorium Polymerase Chain Reaction, rapid diagnostic test, alat pelindung diri lengkap untuk kebutuhan tim medis, hingga bahan pangan pokok untuk dibagikan ke masyarakat. (***)

Lihat juga:

Editor : Manto

loading...

0 komentar:

Post a comment