Adminduk Online Disdukcapil Pekanbaru Tanpa Solusi, Semakin Persulit Masyarakat

Adminduk Online Disdukcapil Pekanbaru Tanpa Solusi, Semakin Persulit Masyarakat
Beberapa warga masyarakat yang datang mengurus identitas diri pada Kantor Pelayanan Disdukcapil Jalan Sudirman Pekanbaru, gurat wajah kekecewaan saat berada di Unit Pelayanan Informasi, Rabu (20/01/2021). (Foto: Endy©/SI/Forumpublik.com)

PEKANBARU (RIAU) - Forumpublik.com | Kebijakan Pemko Pekanbaru dalam pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) masyarakat melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) secara online menjadi beban masyarakat.

Karena, sistem online terkesan manis yang dipaksanakan tersebut masih banyak kelemahan fasilitas, membuat frustasi masyarakat yang masih buta layanan internet dan berpotensi membuka peluang jalur khusus cara aman 'main belakang'.

Beberapa warga Pekanbaru yang datang, Disdukcapil dinilai tidak memperhitungkan jumlah penduduk Kota Pekanbaru lebih 1 juta jiwa, yang sebelumnya tersebar pengurusan cara manual di seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dukcapil di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru, kini malah tertumpuk satu pintu melalui jaringan online yang serba terbatas.

Awak media forumpublik.com saat mendatangi para warga yang hendak mengurus identitas diri pada Kantor Pelayanan Disdukcapil Jalan Sudirman Pekanbaru, gurat wajah kekecewaan masyarakat sangat terlihat nyata saat berada di Unit Pelayanan Informasi.

Warga yang datang membawa berkas lengkap pun hanya diajarkan bagaimana mendownload, maupun meng upgrade aplikasi seperti sipenduduk.pekanbaru.go.id.

Setelah itu dicoba, kondisi aplikasi sudah full kuota dan terkadang terkendala jaringan.

"Bapak coba aja pagi besok mulai jam 6 pagi," saran petugas Informasi sambil menyerahkan lembaran proses pendaftaran registrasi online kepada Yudi, seorang warga Pekanbaru yang telah berkali-kali datang berurusan ke Kantor Dukcapil tapi tak kunjung selesai.

Kondisi ini sangat nyata masih terus berlangsung hingga saat investigasi dilakukan wartawan media ini.

Yudi menyampaikan, kami sudah beberapa datang setelah terlebih dahulu berkomunikasi terhadap layanan Disdukcapil melalui WhatsApp nomor khusus Disdukcapil.

"Layanan petugas Informasi memang ramah, tapi memaksa masyarakat harus mengurus sendiri dan urusannya tak boleh diwakilkan, terserah mengerti atau tidak menggunakan smartphone Android maupun datang berkali-kali," beber Yudi geram, Rabu (20/01/2021).

Baca juga: Gores Mobil Berhenti, Satpol PP Dumai Amankan Seorang Anak Pengemis di Jalan Protokol

Menanggapi kondisi keprihatinan masyarakat, Pengamat Kebijakan Publik Pekanbaru, Khairul Amri kepada Koran Riau tak menampik kondisi masih lemahnya sistem Administrasi Kependudukan Disdukcapil Pekanbaru.

"Seperti masih terbatasnya kemampuan server, terbatasnya jam layanan sedangkan jumlah masyarakat berurusan menumpuk satu jaringan online," ujar Khairul Amri sembari memperhitungkan jumlah penduduk Kota Pekanbaru yang lebih dari 1 juta jiwa.

"Semestinya jangan malah adanya sistem layanan online, semakin mempersulit warga. Kelemahan itu jangan dibiarkan saja, tapi ada progres dan memiliki opsi pilihan bagi masyarakat cara manual," seru Khairul, yang juga akademisi Universitas Riau mengingatkan banyaknya urusan masyarakat yang terkendala.

Secara umum, Khairul Amri memaklumi upaya pemerintah melalui program Adminduk secara online. Tapi dengan syarat tidak ada lagi administrasi masyarakat yang terkendala, jika layanan online nya gagal.

"Harusnya ada solusi bagi Pemko Pekanbaru dengan opsi satu, opsi dua opsi tiga begitu serta SOP waktu penyelesaiannya. Substansinya adanya peningkatan layanan publik masyarakat," pungkas Kahirul mengingatkan.

"Tidak semua masyarakat melek internet, seperti Manula dan sebagainya," imbuhnya.

Investigasi media ini pada salah satu UPTD Dukcapil Pekanbaru, kondisi lemahnya sistem online ini katanya tak terlepas dari keterbatasan b

andwith

 pada server aplikasi layanan online Disdukcapil Pekanbaru. Sehingga sangat terbatas baik dalam kuota layanan, lemahnya jaringan dan sebagainya.

"Tapi mau bagaimana lagi, kami mengikuti kebijakan atasan, kantor kami hanya melayani perekaman data dan pengambilan KTP," beber sumber yang enggan disebutkan jati dirinya itu.

Bagitu pula, para Ketua RT dan RW yang dikonfirmasi wartawan media ini, mengaku tidak begitu mengerti sistem pengurusan administrasi kependudukan Disdukcapil Pekanbaru.

Bahkan salah satu staf kelurahan di kawasan Kecamatan Kulim yang dikonfirmasi malah tak mengerti, apakah masih melayani secara manual.

"Bapak tanyakan ajalah langsung ke UPTD Dukcapil di kecamatan," sarannya pula.

Kadisduk Belum Jawab

Terkait keresahan masyarakat yang berurusan administrasi kependudukan secara online, Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Irma Novrita hingga berita ini dibuat, masih belum memberikan jawaban.

Pesan singkat melalui WhatsApp pribadinya tak kunjung dibalas. Begitu pula upaya konfirmasi melalui telepon seluler miliknya tak kunjung diangkat.

Lihat juga:

0 komentar:

Post a Comment