Kritik Menteri KLHK, Berikut Daftar Peneliti Asing di Cegah Masuk ke Taman Nasional

Kritik Menteri KLHK, Berikut Daftar Peneliti Asing di Cegah Masuk ke Taman Nasional
Erik Meijaard merupakan Ahli ilmuwan konservasi dan ekologi, salah satu yang ditangkal KLHK. (Foto: ukforum/Charles University)

JAKARTA - Forumpublik.com | Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mencekal sejumlah peneliti asing untuk masuk ke taman nasional yang ada di Indonesia. 

Penangkalan terhadap sejumlah peneliti asing tertuang dalam surat KLHK Nomor S.1447/MENLHK-KSDAE/KHSS/KSA.2/9/2022 kepada seluruh Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kebijakan itu masuk dalam lima poin yang dituangkan KLHK dalam suratnya .

"Tidak memberikan layanan kepada peneliti asing an Sdr Erik Meijaard, Julie Sherman, Marc Ancrenaz, Hjalmar Kuhl dan Sarge Wich dalam semua urusan perizinan/persetujuan terkait dengan kegiatan konservasi dalam kewenangan KLHK," tulis KLHK dalam suratnya.

Salah satu yang sudah menerima surat itu adalah Taman Nasional Komodo (TN Komodo).

"Iya [sudah terima surat]," kata Humas TN Komodo, Selasa (20/9/2022).

Pelarangan itu dilakukan KLHK antara lain terhadap Erik Meijaard dan Julie Sherman. Diduga, pencekalan tersebut dikeluarkan karena artikel Meijaard di The Jakarta Post soal orang utan.

Dalam artikel itu, Meijaard mengkritik Menteri KLHK, Siti Nurbaya yang mengklaim tiga spesies orang utan tapanuli, orang utan sumatra, dan orang utan kalimantan jauh dari kata punah. Padahal menurut Meijaard, data yang ada menunjukkan sebaliknya.

Mengutip halaman Google Scholar, Meijaard merupakan Honorary Professor di University of Queensland dan di Durrell Institute of Conservation and Ecology University of Kent. Selain itu, Meijaard juga memegang gelar Doctor of Philosophy.

Pada halaman Research Gate, Meijaard mengaku mempelajari hutan dan manajemen alam liar.

"Saya belajar hutan dan manajemen alam liar, mulai dari dasar taksonomi, genetik, dan ekologi hingga penggunaan lahan untuk ekonomi, perencanaan konservasi, dan kebijakan," tulis Meijaard.

Lebih lanjut, Meijaard juga mengatakan berbasis di Brunei Darussalam dan Crete. Sejauh ini, sudah ada 669 publikasi yang telah diterbitkan atas namanya.

Sementara itu, Julie Sherman juga merupakan ilmuwan yang fokus kepada konservasi dan keragaman hayati. Sejauh ini, sudah ada 27 publikasi yang telah diterbitkan atas namanya, termasuk artikel yang dikerjakan bersama Meijaard.

Artikel tersebut berjudul Envisioning a future for Bornean orang utans: Conservation impacts of action plan implementation and recommendations for improved population outcomes.

Baca juga: Dinas Dikpora Minsel Gelar Kegiatan Terkait 3 Hal Penting

Selain Meijaard dan Sherman, ada tiga ilmuwan lain yang juga dicekal KLHK dalam suratnya. Mereka adalah Marc Ancrenaz, Hjalmar Kuhl, dan Serge Wich. Serge sendiri pada halaman Research Gate memegang gelar PhD dan punya afiliasi dengan Liverpool John Moores University.

Ia juga telah mempublikasikan 359 publikasi ilmiah. Serupa dengan Meijaard dan Sherman, bidang keahilan Serge ada di soal evolusi, konservasi, dan ekologi binatang.

Salah satu publikasinya adalah tentang orang utan yang dikerjakannya bersama Meijaard, Sherman, Kuhl dan Ancrenaz berjudul Deforestation projections imply range-wide population decline for critically endangered Bornean orang utan.

Mengenai pelarangan terhadapnya, Meijaard mengaku belum menerima surat resmi dari KLHK. Namun menurutnya, surat itu tidak akan mengubah apa pun.

"Setahu saya, sekarang kita dilarang melakukan penelitian di kawasan lindung Indonesia. Jika itu benar, itu tidak benar-benar mengubah apa pun karena kami tidak melakukan penelitian di kawasan lindung Indonesia," kata Erik pada CNNIndonesia.com, Selasa (21/92022) malam.

Peneliti biologi konservasi dari University of Oxford Wulan Pusparini mengatakan fenomena ini merupakan salah satu pembatasan penelitian bagi ilmuwan yang karyanya dianggap mendiskreditkan pemerintah di era Siti Nurbaya.

"Yang sulit itu jadi kawan-kawan saya [anggap] neliti di Indonesia itu sulit. Apa yang dianggap mendiskreditkan apa yang tidak itu [bikin penelitian] menjadi sulit. Padahal kami kan hanya menyajikan fakta," ucap Presiden Society of Conservation Biology chapter Indonesia itu.

Sementara itu, Juru Bicara KLHK Nunu Anugrah dalam tulisannya menyebut pernyataan Siti didasari sikap optimisme terhadap konservasi orang utan.

"Pertama, pernyataan Menteri saat World orang utan Day yang dipublikasi di foreshints.news 19 Agustus dimaksudkan untuk membangun optimisme soal konservasi spesies di Indonesia, termasuk orang utan," tulisnya.

Lihat juga:
Pemerintah Berlakukan, Penumpang Wajib Isi e-HAC Sebelum Keberangkatan
Luncurkan TBM MRT Fase 2A, Jokowi Dorong Keberlanjutan Transportasi Modern, Nyaman, dan Terintegrasi
P3AP2KB: Ponsel Picu Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Perempuan di Kepri
Makanan Pertama yang Dimakan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di Bulan
NASA Temukan Tiga Planet Baru Dua Kali Lebih Besar dari Bumi

(cnnindonesia)

0 komentar:

Post a Comment