Kembali lagi Laka Kerja di PT ASL Shipyard! Kapal Tenggelam, Diduga Puluhan Pekerja Meninggal Dunia

Manto
7 March 2026 | March 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T05:16:33Z
Kembali lagi Laka Kerja di PT ASL Shipyard! Kapal Tenggelam, Diduga Puluhan Pekerja Meninggal Dunia
Pihak Keamanan RS Mutiara Aini Batuaji, Batam menjaga ketat Ruang Jenazah, Jumat, (6/3/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Batam - Forumpublik.com | Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di perusahaan galangan kapal PT ASL Shipyard di Kota Batam. Sebuah kapal yang sedang dalam proses perbaikan dilaporkan tenggelam di area galangan, Jumat (6/3/2026).

Insiden ini diduga menyebabkan sejumlah pekerja menjadi korban jiwa. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi saat para pekerja sedang melakukan pekerjaan perbaikan di dalam kapal.

Secara tiba-tiba kapal dilaporkan tenggelam sehingga sejumlah pekerja yang berada di dalamnya diduga terjebak, khususnya di bagian bawah atau lantai dasar kapal.

Pada hari jumat 06/03, Sekitar pukul 16.00 Wib, dua orang pekerja yang meninggal dunia telah dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Mutiara Aini, Batuaji.

Sementara berdasarkan kabar yang beredar di seputaran rumah sakit tersebut, baru empat korban yang berhasil ditemukan.

Selain itu, sekitar enam pekerja lainnya dikabarkan masih dalam proses pencarian di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah keseluruhan pekerja yang berada di dalam kapal saat insiden tersebut terjadi.


Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal tersebut. Sebelumnya, insiden kecelakaan kerja di lingkungan PT ASL Shipyard juga pernah terjadi dan menyebabkan korban jiwa dari kalangan tenaga kerja.

Seringnya kecelakaan kerja di perusahaan tersebut menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan galangan kapal tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT ASL belum dapat dimintai keterangan resmi guna memastikan jumlah pasti korban meninggal dunia maupun pekerja yang masih dalam pencarian.

Sementara itu, proses pencarian terhadap para pekerja yang diduga masih terjebak di dalam kapal dikabarkan masih terus berlangsung. Pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi mengenai kronologi kejadian serta jumlah korban secara pasti.

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam telah menjatuhkan vonis hanya satu tahun pidana penjara pada HSE Safety PT ASL Shipyard Indonesia, para terdakwa di kasus kecelakaan kerja peristiwa ledakan pertama Kapal tanker MT Federal II yang sedang docking, di PN Batam, Kamis (19/2/2026).

Adapun para terdakwa Ali Suhadak dan Preddy Hasudungan Siagian, yang sebelumnya juga dituntut hanya satu tahun pidana penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Senin (9/2/2026).

Adapun insiden peristiwa pertama ini terjadi pada 24 Juni 2025 sekitar pukul 14.15 WIB, yang menewaskan 5 pekerja dan menyebabkan 4 lainnya luka berat.


Peristiwa maut ini terjadi pada 24 Juni 2025 sekitar pukul 14.15 WIB, di area Cargo Oil Tank (COT) I dan Forepeak Tank (FPT) Kapal Federal II.

Berikutnya, Ledakan kedua kapal tanker MT Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam terjadi pada 15 Oktober 2025 menyebabkan 14 pekerja meninggal dunia.

Ledakan terjadi saat kapal tanker sedang dalam proses perbaikan rutin (dry-docking), diduga dipicu oleh percikan api saat pengerjaan pengelasan (cutting steel plates) yang menyambar sisa gas di dalam tangki.

Pihak Kepolisian telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini setelah ditemukan adanya unsur pidana dan kelalaian prosedur keamanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tersangka disebut berasal dari bagian K3 dan pimpinan perusahaan.

Media ini masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak dari perusahaan galangan kapal PT ASL Shipyard dan pihak terkait atas insiden tersebut.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kembali lagi Laka Kerja di PT ASL Shipyard! Kapal Tenggelam, Diduga Puluhan Pekerja Meninggal Dunia

Trending Now