KPU Kepri Prediksi Partisipasi Pemilih Lebih 67 Persen dari Yang Terdata dalam DPT

KPU Kepri Prediksi Partisipasi Pemilih Lebih 67 Persen dari Yang Terdata dalam DPT
Ilustrasi. KPU Kepri Prediksi Partisipasi Pemilih Lebih 67 Persen dari Yang Terdata dalam DPT. (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG (KEPRI) - Forumpublik.com | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di wilayah itu lebih 67 persen dari 1.168.188 orang yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Anggota KPU Kepri Parlidungan Sihombing mengatakan, rekapitulasi suara tingkat kecamatan hampir selesai, sehingga dapat diprediksi partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2020 jauh lebih tinggi dibanding lima tahun yang lalu.

"Ini sebuah kejutan bagi kami karena dalam sejarah pilkada di Kepri, partisipasi pemilih tidak pernah melebihi 60 persen," ujarnya di Tanjungpinang, Kepri, Senin (14/12/2020).

Parlin mengemukakan prediksi, banyak pihak yang cenderung pesimis partisipasi pemilih pada pilkada kali lebih rendah dibanding lima tahun sebelum terbantahkan.

Pandemi COVID-19 ternyata tidak terlalu mempengaruhi pemilih untuk menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Peningkatan partisipasi pemilih, menurut dia dipengaruhi oleh mesin politik masing-masing kandidat pilkada tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota berjalan maksimal.

Selain itu, peran media massa dan media sosial dalam menyosialisasikan pilkada dan kandidat pilkada juga mendorong pemilih menggunakan hak suaranya.


Peran pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menyukseskan pilkada sehat juga mempengaruhi pemilih untuk menggunakan hak suaranya.

"Tokoh politik yang mengikuti kontestasi pilkada juga mendorong pemilih menggunakan hak suaranya, meski kampanye dilakukan dalam kondisi yang sangat terbatas untuk mencegah penularan COVID-19," ujarnya.

Ia mengatakan persaingan ketat antarpasangan calon bupati dan wakil bupati di sejumlah daerah sangat ketat.

Pilkada di Karimun, contohnya selisih suara diperkirakan tidak mencapai 1 persen, dengan jumlah pemilih yang jauh lebih tinggi dibanding lima tahun sebelumnya.

"Kami memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang bersama-sama mendorong pemilih menggunakan hak suaranya dalam pilkada," katanya.

Lihat juga:

0 komentar:

Post a comment